Laki Tetaplah Laki, Nggak Akan Beda Sama Anak Laki, Suka Mainan

suzuki

Yola dulur yang budiman…. sebagai laki-laki, deka sering ngatain teman-teman atau dulur dengan kalimat, ” ah kayak anak kecil aja lu… “. Padahal kalau dipikir, saia sendiri juga tidak bisa melepaskan kebiasaan sebagai anak laki….. nggak bisa meninggalkan apa yang disebut dengan “mainan”.

perkakasDiakui atau tidak, kita sebagai laki-laki akan tetap bergaya seperti anak kecil saat melihat mainan yang diinginkan. Anak kecil akan merengek, ngamuk, nangis guling-guling kalau mainan yang dipengenin nggak dibelikan sama orang tuanya. Hal ini karena anak kecil sangat fokus kalau punya keinginan, keinginan mereka saat itu murni, 100%, nggak mikirin yang lain. Mainan seperti dunia yang tidak bisa dilepaskan oleh seorang anak laki.

Ini akan terbawa saat dewasa, cuma implikasi, kualitas, dan kuantitasnya berbeda, tapi secara root, sifat dasar sama saja dengan kelakuan anak laki. Kalau anak-anak suka mainan mobil-mobilan, motor-motoran, pistol, pistolan etc, maka ketika dewasa mainannya berubah menjadi mobil beneran, motor beneran, pistol beneran ( minimal air soft-gun ). Tapi rasa menikmatinya sama…… sama-sama fokus saat mempermainkan mainan.

gulf oil

IMG_0556

Deka juga demikian. Saat ,melihat sparepart, item otomotif, perkakas service, keinginan untuk memiliki begitu tinggi. Harus dapat memiliki, walaupun itu cuma sekedar sikat rantai, kunci, spons cuci mobil/motor etc. nggak kepikiran kalau barang tersebut ntar kepakai lagi atau nggak. yang penting kalau pengin harus punya. Kalau saat kecil dengan cara merengek ke ortu, saat dewasa karena punya kuasa menghasilkan uang, maka dengan angkuh membeli dulu keinginan kita ( walau seringnya ngumpet-ngumpet dari ibu negara 😀 XD ).

Begitu juga dengan motor, bukan hanya sekedar alat kebutuhan transportasi. Tapi juga sebagai mainan saat waktu senggang, entah dibersihin, entah dioprek ringan, entah dipretelin kemudian dipasang lagi. Ini mirip sekali dengan tabiat anak kecil. Bedanya anak kecil keinginan bongkar pasang mainan murni karena keinginan keingin tahuan, saat dewasa sudah dicemari dengan pertimbangan kalau rusak keluar duit banyak.

Kadang sering juga diomelin ama ibu negara, ” beli mainan terus…. makenya aja jarang, sering ilang kok bela-beli mulu…. “…… hehehe, deka sih kalau ketahuan jawab dengan enteng, ” beli mainan dikit nggak apalah bun, daripada uangnya buat mainan perempuan…. XD XD evil ) .

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

11 Komentar

Leave a Reply