Laki-Laki Yang Mengasuh Anak Kecil Itu Ternyata Suaminya

ilustrasi
suzuki

Yola dulur……. artikel “jepan” atau jejak kehidupan. Kali ini deka akan mengisahkan cerita tentang kejadian si Fulan yang tidak sengaja mengetahui kehidupan remang-remang namun penuh ironi dan mengurut perasaan hati penuh keprihatinan. Dan kehidupan seperti itu nyata terjadi di sekitar kita, ketika norma kehidupan, norma agama tergadaikan oleh norma materi dan kesenangan duniawi, dan mungkin saja desakan kebutuhan hidup yang menjebol rasa iman. Ambil sisi positifnya dan sebagai bekal melangkah ke depan, dunia tidak seindah dalam sinetron atau buku komik.

ilustrasi
ilustrasi

Saat itu waktu menunjukkan pukul 4.00 sore, saat fulan dan rekannya pamitan pulang dari rumahnya mitra usaha di sebuah kota bagian utara agak timur propinsi jawa barat. Setelah masuk ke mobil dan perjalanan pulang, rekan si fulan, sebut saja hata bilang kalau dia  mau menjemput “teman” di rumahnya, mereka sudah janjian sebelumnya dan si teman itu minta dijemput di rumahnya. Si fulan mengiyakan saja….lha wong cuma numpang….ngikut saja mau kemana si sopir tuju, yang penting diatar ke tempat motor si fulan yang ditipkan di kantornya hata bekerja. Sambil terkekeh hata bilang ke si fulan untuk ikut “pesta”, soal akomodasi biar doi yang nanggung, namun si fulan menolaknya….. keknya emang nggak tertarik dengan dunia seperti itu.Setelah menulusuri aspal kecil yang masuk ke sebuah kampung, mobil berhenti di rumah tembok cat hijau muda seperti rumah-rumah pada umumnya. Nggak ada yang istimewa dari rumah itu, sepe rti rumah-rumah di sekitarnya….cuma beda bentuk saja. Di serambi depan nampak seorang laki-laki yang sedang mengasuh anaknya yang seperti masih berumur 3 tahunan. Si fulan dan si hata melangkah ke serambi itu setelah turun dari mobil. Hati si fulan deg-degan nggak karuan, sedangkan si hata yang diliriknya seperti biasa saja. Kemudian hata mengucapkan salam pada laki-laki itu dan menanyakan keberadaan “teman” nya itu ada di rumah apa tidak. Laki-laki tersebut kemudian masuk ke rumah dan kedua tamu itu dipersilakan duduk di ruang tamu. Sesat muncul teman si hata dan laki-laki tersebut, namun si laki-laki langsung ke serambi untuk menemani anak kecil 3 tahunan itu.

Teman si hata itu nampak modis, bajunya seperti gadis-gadis kota dengan aroma perfum yang bikin tengkuk bergidik. Umurnya sekitar 20-30 tahun, walaupun wajahnya sudah penuh dengan coretan make up…. dari pengalaman si fulan menilai umur seseorang. Di bahunya tersanding tas khas perempuan, dan tergenggam gadget merk Samsung…pokoknya nggak kalah ama gadis-gadis kota. Setelah saling say hello, hata dan temannya bercakap cakap sebentar dan memutuskan berangkat sekarang ke tempat pesta. Saat melewati beranda, teman ini pamitan ke laki-laki tersebut dan berpesan ini itu untuk si anak 3 tahunan itu, da ditanggapi dengan anggukan dan ekspresi datar-datar saja.

ilustrasi
ilustrasi dari gugel

Di perjalanan tersebut hata terus menggoda fulan untuk ikut join venture, disambut dengan senyum dan cekikikan temannya. Namun fulan tetap menolak dengan halus namun tegas, sambil bercakap-cakap seperti biasa. Teman itu mengajak ngobrol si fulan, dan menggodanya dengan kalimat ” saya nggak cantik ya? kok mas nggak mau? “. Si fulan menanggapi dengan sopan….” mbak cantik kok….. nggak kalah ama gadis-gadis kota ” cuma ane lagi  ada perlu di tempat ane ada pertemuan, kapan-kapan saja ya…. si fulan sedikit bohong. Teman itu bilang, ” ya…. nanti kalau mau tinggal hubingi si hata saja, tapi janjiannya jangan mendadak, 2 atau 3 hari sebelumnya, biar ane bisa atur waktu”, yang disambut anggukan si fulan.

Kemudia si fulan bertanya ke si teman, ” eh tadi laki-laki di rumahmu itu kakakmu atau kerabatmu neng? “. Si teman sambil sambil menyalakan rokok mild-nya bilang, ” itu suamiku mas…….. dan yang kecil itu anakku”. Jegleerrrr……seperti tersambar petir dada si fulan mendengar ucapan itu, ” tapi suamimu kok nggak curiga kamu keluar sama laki-laki lain, sore hari pula….”. Si teman menjawab ” Nggak apa-apa…. suamiku tahu kok, tenang saja…. dia ngertiin.” Si fulan balik tanya, ” tapi suamimu nggak tahu kan profesi kamu? “. Si teman menjawab ” tahu…..dan dia biasa-biasa saja……dia kan nganggur, kalau nggak kayak gini gimana kita mau makan mas…..terus gimana mau beli pulsa kalau nggak kerja….. beberapa kali bahkan nganterin kok kalau emang ada yang nggak sempat jemput…. tapi ada uang bensinnya lho…..”,  dan jawaban si teman itu membuat hati si fulan seperti diperas oleh sebuah tangan yang kuat. ” Apa nggak malu ama tetangga sekitar neng?” tanya si fulan…..” mereka nggak tahu, tahunya ane ini kerja di resepsionis Hotel di kota mas….

Ah….. sinting…….. gimana ini kalau terjadi pada istri si fulan sendiri???? sebuah perasaan yang mengusik hati si fulan…… sebuah pemandangan luar biasa….. seorang suami mempersilahkan tamu transaksi tubuh istrinya dan dianya biasa-biasa saja……. Ah…… dunia emang semakin edan…… kalau nggak edan nggak kebagian……..kepahitannya.

Bonus….. Alice Cooper…… Poison……

Semoga bermanfaat

Wassalamualikum