Kontroversi Minyak Kelapa Sebagai Pelumas Motor

suzuki

minyak-goreng

Yola dulur yang budiman…..seiring dengan penggunaan oli sesat, hdeo ataupun pcmo pada motor sudah dianggap kontroversi untuk sebagian kalangan. Kini mulai ramai, khususnya di komunitas, akan penggunaan minyak kelapa atau minyak goreng sebagai pelumas motor. Apakah memang bisa digunakan sebagai pelumas motorkah minyak nabati tersebut?

Berdasar kontroversi tersebut, mau tidak mau membuat deka searching pengalaman atau penelitian penggunaan minyak goreng sebagai pelumas mesin, khususnya motor. Dari beberapa artikel blog, percobaan memang “katanya ” minyak goreng bisa digunakan, atau tepatnya sebagai campuran pelumas mesin motor, bahkan efeknya membuat mesin lebih smooth dan responsif.

Dari tulisan tersebut deka belum mengiyakan atau yakin. Kemudian searching lagi karakter minyak kelapa atau palm oil itu seperti apa. Dari pencarian tersebut, diperoleh hasil data untuk parameter kecil fungsi pelumas di mesin. Titik beku, titik leleh, dan titik didih, serta daya tahan oksidasi.

Diperoleh data hasil searching untuk minyak kelapa sebagai berikut:

  • Titik didih bervariasi tergantung kandungan rantai karbon yang terbentuk. Untuk yang fresh, sebelum pemanasan pertama titik didihnya di sekitar 210°C. Semakin rendah jika sudah dalam bentuk minyak jelantah, 160°C sudah mendidih
  • Titik leleh, atau suhu minyak goreng mulai meleleh dari kondisi padat ke cair di suhu 24-27°C.
  • Titik bekunya sekitar 5° di bawah titik leleh, yaitu 19-22°C.
  • Minyak kelapa sangat mudah teroksidasi oleh panas. Saat teroksidasi minyak kelapa akan membentuk rantai karbon tambahan yang lebih panjang, sampai akhirnya semua dalam bentuk rantai karbon, atau jelaga, kerak.

sistempelumasan1

gulf oil

Dari beberapa parameter tersebut deka sudah tidak yakin akan kemampuan pelumasan minyak goreng. Bisa saja kita berasumsi daya pelumasan minyak goreng untuk pertama kali sangat baik. Namun dilihat dari titik beku dan titik lelehnya saja sudah jadi pertanyaan. Bagaimana bisa bersirkulasi baik saat kondisi mesin dingin, kalok pada suhu 27-24 saja sudah mulai mengental di dalam mesin?

Dari titik didihnya yang sangat regresif dan tidak stabil juga jelas berpengaruh terhadap kemampuan pelumasan saat mesin di suhu optimum. Terlebih sangat mudahnya minyak kelapa teroksidasi saat terjadi pemanasan dalam mesin, jelas akan merusak dan merubah struktur baik fisika atau kimia minyak tersebut. Saat pembakaran di ruang bakar bisa mencapai suhu   4500° fahrenheit.

screenshot_2016-12-12-21-26-18

Dari penelitian seorang mahasiswa juga pernah membuktikan hal tersebut. Namun digunakan untuk pelumasan mesin motor 2 tak, sebagai oli samping. Ini jelas beda sekali dengan pelumasan mesin 4 tak. Dimana pelumasan meain 2 tak, yaitu oli samping memang pelumas dibakar dan dibuang melalui knalpot. Berbeda dengan pelumas mesin 4 tak yang harus bersirkulasi ulang dan melumasi bagian lain dari mesin, termasuk gearbox dan kopling.

Dan hasil penelitian minyak goreng sebagai pengganti oli samping tersebut juga kurang menggembirakan. Dimana terjadi penurunan performa mesin saat diuji, baik power maupun torsi di atas mesin dynamometer, atau mesin Dyno.

Apakah hal ini akan menutup kemungkinan penggunaan minyak nabati sebagai pekumas mesin? Jawabannya TIDAK. Masih ada jenis minyak lain yang bisa digunakan untuk pengganti pelumas berbahan dasar minyak bumi. Kita bahas next artikel, oke?

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum