Konstelasi Lorenzo Pindah Ke Suzuki Ecstar Ada

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Artikel ini adalah uneg-uneg agak beberapa waktu Ngadimin. Konstelasi pembalap Spanyol, Lorenzo ke team Suzuki Ecstar kok kelihatannya ada. Apalagi barusan mendapatkan gossip yang sama di sebuah media.

Info dan pemikiran ngadimin sendiri adalah hal yang ngga begitu disukai secara pribadi. Bukan kenapa…. Bukan karena pembenci, tapi yang namanya suka itu sangat subyektif. Seperti halnya suka dengan Mbah Rossi, Dovi, Zarco, Rins, morbi, atau bahkan battaglia. Soal selera saja sebenarnya.

Namun konstelasi adalah konstelasi, info adalah info, diluar rasa suka. Penyebab terjadinya konstelasi tersebut adalah fakta bahwa pembalap Suzuki ecstar, Iannone gagal total baik secara performa dan attitude sebagai brand ambassador merk Suzuki. Ini hal yang sangat penting. Doi lebih sibuk berurusan dengan perasaan pribadi dan kehidupan pribadinya. Sebenarnya Ngadimin suka dengan Italiano satu ini….tapi sayang darah ducatinya terlalu kental….Italiano sejati.

Suzuki sendiri masih butuh pembalap senior saat ini untuk diperoleh pengalamannya dalam pengembangan motor, namun list pembalap yang tersedia nanti sangat terbatas. Dua nama muncul, yaitu Lorenzo dan Dani Pedrosa, dua pembalap itu yang kemungkinan dilirik oleh pak Brivio. Syaratnya, Dani gagal negosiasi perpanjangan kontrak dengan HRC.

Sebenarnya, Ngadimin lebih suka Ama Zarco, sayangnya kejadian gagal kontraknya dulu terlanjur bikin sakit hati.

Pendukung konstelasi berikutnya adalah fakta bahwa seorang Lorenzo yang di darahnya mengalir motor Jepang begitu kesulitan dengan motor Ducati. Doi menuntut motor Ducati seperti motor Jepang yang jelas tidak akan diijabahi oleh opa Gigi.

Lorenzo dianggap tidak sesuai dengan bandrolnya dulu sebagai pembalap dengan kontrak termahal di dunia. Target bahwa 2018 Ducati bisa juara dunia oleh Lorenzo, sampai saat ini belum muncul tanda-tanda “Hilal” nya. Justru di tangan Dovi hilal itu muncul. Dan rumornya Dovi sudah perpanjang kontrak dengan kenaikan gaji. Sedangkan Lorenzo belum.

Dengan karakter riding Lorenzo yang superduper smooth, maka motor Jepang konfigurasi 4 inline lah yang cocok. Sedangkan motor Suzuki gsxrr memang dirancang seperti itu.

Nah fakta-fakta seperti itulah konstelasi Lorenzo sangat bisa ke team Suzuki Ecstar. Syaratnya sangat mudah, Lorenzo mau digaji kecil…..

pedrosa

Ngadimin sendiri lebih suka konstelasi Dani pedrosa. Pertama, attitudenya lumayan, pengalamannya luar biasa, pandai dalam memberikan input, dan terbiasa dengan motor Jepang, walaupun konfigurasi V twin. Lagian dulu sempat ada ajakan kerjasama dengan Suzuki, sayangnya HRC menawarkan gaji lebih tinggi. Jika rumor Honda sudah jengah dengan Dani, konstelasi ke suzuki terbuka lebar.

Buat Ngadimin, siapapun pembalapnya, jika memang telah masuk ke team Suzuki, jelas mau tak mau menjadi anggota keluarga Suzuki. Ya sudahlah…. Ego harus dikesampingkan, walaupun perasaaan suka tidak bisa dipaksakan, karena ini ranah subyektif. Bolehlah Lorenzo, tapi syukur-syukur Pedrosa….. Halo apa kabar Rins…. Tetap GANBATE yaaaa???.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum