Klub Motor Harus Satu Nama Dan Satu Manajemen?

pulsarian
suzuki

Yola dulur yang budiman….seiring dengan keluarnya jenis motor, baik baru atau lama tidak akan lepas dari munculnya sebuah klub motor. Pendirian sebuah klub motor memang tidak bisa dielakkan, baik klub bentukan pabrikan sendiri atau klub yang muncul karena inisiatif beberapa orang independent. Pertanyaan, klub mana yang bisa merepresentasikan motor tersebut? Apakah sebuah klub motor sebaiknya hanya satu nama dan manjemen saja?

Dengan satu nama dan manajemen, yaitu klub yang memang bentukan dan sebuah proyek dari pabrikan, diharapkan rantai komando, manajemen acara lebih rapih dan homogen. Pengaturan kegiatan apapun, semua ada kendali yang jelas, dan lebih mudah dalam penyelenggaraan karena semua terpusat di atas, dan dibawahnya tinggal mengikuti instruksi. Soal hubungan klub dengan pabrikan juga lebih terikat, karena klub milik pabrikan itu sendiri.

klub satria

Tapi apakah memang sebagus itu realitanya? Menurut ngadimin, jawabannya adalah TIDAK….. Kenapa? karena yang namanya klub motor itu pada hakikatnya adalah perkumpulan orang-orang yang mempunyai kesenangan yang sama terhadap satu jenis motor. Yang namanya kesenangan, tentu jalan pencapaiannya berbeda-beda tiap kepala.

Bahkan untuk sekedar nama klub saja, tiap kelompok punya rasa suka yang berbeda-beda. Ada yang suka nama klub seresmi mungkin, namun di lain kepala ada yang memilih berdasar keunikan, ketrendy-an, atau bahkan yang lucu-lucuan. kalok dipaksa hanya satu nama, tentu akan ada yang tidak sepenuhnya suka, bahkan memang tidak suka karena beda selera. Ya… karena acuan suka itu berbeda-beda. Klub motor sebagai wadah penampung orang-orang yang ingin bersenang-senang dengan satu nama klub saja sudah kontradiksi.

Bagimana dengan aktivitas klub, seperti acara turing, kopdar, atau acara sosial lainnya? apakah harus sama dan di waktu bersamaan pula? dari pengamatan ngadimin, ini juga kontradiktif dengan hakikat sebuah klub motor sebagai ajang mencari wadah pemersatu ” kesenangan” tersebut. Bagitu pula kegiatan tiap klub motor akan berbeda-beda. Semua tergantung kesepakatan masing-masing anggota klub. Dan masing-masing klub punya selera masing-masing.

Terus bagaimana jika klub motor sejenis terdiri dari banyak klub beda bendera? Justru disinilah fungsi klub resmi dari pabrikan. Fungsinya mendata klub mana saja yang sudah berdiri, eksis. Jadi tiap klub kalok mau, harus mendaftarkan sebagai salah satu klub motor pabrikan tersebut dengan bendera sendiri, hanya minta naungan saja. Tugas klub resmi hanya memantau klub-klub yang mereka koordinir, serta memberikan sanksi jika sebuah klub melanggar aturan sosial, atau atuiran yang sudah disepakati.

Jadi walaupun ide, selera tiap klub berbeda-beda, jika mereka mendaftarkan diri sebagai klub yang dalam naungan pabrikan melalui klub resminya, mereka harus mematuhi koridor-koridor tertentu. Bukan bebas seenak udelnya sendiri. Begitu juga dengan kegiatan resmi klub pabrikan, acara yang digagas pabrikan akan dikoordinasikan oleh klub resmi ke klub-klub independent soal partisipasinya. Jadi kegiatan klub resmi dan klub independent tidak harus sama, silahkan punya acara rutin masing-masing. Klub resmi dan indepent bersatu dalam satu acara, hanya ketika ada acara resmi dari pabrikan.

Karena tiap bendera klub berbeda AD/ART maka tanggung jawab juga kembali ke masing-masing klub. Klub resmi hanya bertugas memantau saja klub indepent, karena klub resmi juga punya AD/ART internal mereka sendiri. Intervensi klub resmi hanya bisa dilakukan jika klub independent melanggar koridor yang sudah disepakati. Soal sanksi, bisa disepakati seperti apa, tapi soal ini, klub resmi pabrikan punya otoritas penuh, karena sifatnya sebagai perpanjangan tangan pabrikan.

img-20170102-wa0017

Jadi jika digambarkan skema hirarkinya adalah sebagi berikut: Pabrikan-Klub resmi-klub independent. Ini sebenarnya bukan soal mana yang lebih tinggi statusnya, namun tentu pabrikan nggak mau ribet, umyek menangani begitu banyak klub independent. Makanya dibuat klub resmi untuk mengkoordinasi klub-klub lain. Jadi ketika sebuah klub resmi dilihat lebih dekat hubungannya dengan pabrikan, klub independent tidak perlu iri. Itulah resiko berdiri dengan bendera sendiri, karena parameter kesenangannya berbeda.

Semua tidak bisa dilihat dari perbedaan ide tiap klub, karena ide tiap kepala pasti berbeda-beda. Lebih baik fokus mencari kesamaan masing-masing yang bisa menyatukan. Ngadimin masih percaya bahwa keberadaan, hubungan klub motor dengan pabrikan masih punya peran timbal balik yang menguntungkan masing-masing. Tinggal bagaimana memantain, menjaga rasa saling percaya, tanpa keluar dari koridor yang sudah ditetapkan.

Selama masih dalam koridor, tiap klub bebas melakukan kegiatan sesuai selera-masing-masing. bagimanapun ide tidak bisa homogen tiap klub, karena ini tidak bicara soal robot, tapi manusia yang heterogen.

Bonus: Giant, I’m a beliver

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil