Ketika Blogger Condong Ke Satu Merk

suzuki

Yola dulur……dunia permotoran sekarang ini ngga bisa lepas dari peran media. Baik media massa seperti tabloid, koran, majalah, televisi, maupun media online.

ilustrasi-blog

Salah satu media online yang berperan adalah ranah blogsphere, karena blogsphere berita lebih massive dan bentuknya simetri, yaitu adanya peran serta atau adanya interaksi 2 arah antara penulis ( blogger ) dan pembaca. Posisi yang begitu kritis itu tidak luput dari perhatian kumpeni pabrikan motor untuk merangkul para blogger untuk menyebarkan info tentang produknya. Dari pihak blogger pun akan senang hati karena mendapatkan sumber berita dan tulisan yang lebih eksklusive karena dari sumber resminya.

Namun karena media yang bersifat simetris maka akan ada side effect dari komentar pembaca, blogger ini ndak independen lah, berat sebelah lah, corong perusahaan lah, de el el. Ya maklum saja lha wong isi kepala tiap pembaca berbeda-beda, tergantung bekal dasarnya seperti apa. Ada juga pembaca yang khawatir seorang blogger akan kehilangan kekritisannya saat di rangkul oleh kumpeni pabrikan. Sebuah perasaan yang normal saja sebenarnya.

logo-motor

Kalau deka boleh beropini, sebenarnya hal yang sangat lumrah sekali seorang blogger cenderung suka atau condong pada salah satu merk… kenapa?? Karena kita sebagai manusia ini sudah dibekali dengan perasaan suka pada sesuatu. Perasaan suka ndak bisa dipaksakan, suka ya suka saja, kalau udah suka ama  yang ini masak kudu dipaksa suka ama yang lain??? Rasa suka karena memang cocok dengan kepribadiannya, atau suka karena memang yang disukai itu lebih baik terhadap dirinya. Hal yang lumrah bukan?? Seperti yang pernah ane bahas di artikel ini :

http://78deka.wordpress.com/2014/04/18/ngefans-merk-motor-emang-soal-selera-asal/

gulf oil

Jadi ketika sebuah blogger terlihat seperti lebih banyak mengulas merk tertentu dibanding merk lain, menurut ane ya wajar saja, sah-sah saja, ndak ada yang salah di situ. Lha wong menulis itu inspirasinya dari kepala, kalau kepala udah banyak file tentang sebuah merk otomatis yang keluar ya merk itu. Mananya yang salah?? ane yakin meskipun condong pada satu merk, ketika ada info berita merk lain yang dianggap menarik ya pasti akan menjadi sebuah artikel juga. Yo jelas kasihan penulis  ketika memutuskan menjadi seorang blogger terus disuruh melepaskan rasa sukanya… ngenes amat….

ilustrasi-pengunjung-blog_663_382

Beda soal ketika seorang blogger dirangkul oleh kumpeni terus dia menulis keunggulan-keunggulan merk kumpeni tersebut, disertai dengan merendahkan, menjelekkan, memBECE merk lain. Dari tulisannya saja sudah nampak kalau dia memihak salah satu merk dimana indikasinya selalu menulis hal positif merk tersebut, namun saat menulis merk lain…weh… gampang sekali mengeluarkan statemen negatif…. ini baru termasuk corong kumpeni… Padahal ane punya khusnuzon, kumpeni merangkul media untuk menyebarkan info produknya, tidak kurang tidak lebih, tapi kalu menjadi corong ya ndak ditolak 😀 .

Apakah ketika blogger tanpa menjelekkan merk lain akan bebas dari komentar miring pembaca??? yo ndak juga, opini itu tergantung benak seseorang. Kalau dasarnya udah ndak suka ama 1 merk, blogger menulis secara wajar saja tetap dicap ngga independen, lha wong hatinya udah negatip. Nah kalau menghadapi pembaca seperti ini terus ngikutin keinginannya ya bakalan susah….

menhina

Kesimpulannya… saat blogger banyak mengulas satu merk atau ketika merk tertentu heboh beritanya tapi blogger malah menulis artikel tentang merk lain itu hal yang manusiawi… wajar… masih tarap normal-normal saja. Berbeda kalau menjelek-njelekkan merk lain… ada lho yang seperti ini… meskipun secara implisit atau malu-malu kucing 😀 . Meskipun itu juga hak sampeyan-sampeyan mau ambil posisi mana, mau ikut njelek-njelekin merk lain juga ndak apa-apa… hak sampeyan sendiri…. Tapi jangan lupa dengan resikonya ya bro….

Ini hanya sebuah opini bebas, bukan sebuah pembenaran… Jika ada opini lain silakan dishare…..

Bonus  Don’t Tread On Me by Damn Yankees

Semoga bermanfaat

Wasslamualaikum