Kenapa Pilih Vario 110 Karbu…Opini FBH Kampung

vario 110
suzuki

Yola dulur… saat gegap gempitanya motor di negeri ini menganut sistem pengabutan injeksi, dimana hampir semua pabrik motor jepang khususnya kelas bebek dan metik, berbondong-bondong pindah dari karburator ke sistem injeksi, ada sebagian kecil masyarakat yang masih setia dengan pengabutan karburator.

vario 110
vario 110

Saat deka kemaren mudik ke kampung halaman ane di Borobudur Magelang, sampai di rumah melihat seekor Variyem Vario 110, skuter metik keluaran AHM. Vario 110 gress kinyis-kinyis keluaran bulan Maret 2014. Namun anehnya bukan yang versi injeksi, tapi versi karburator, metik yang identik dengan metik pertama Honda dimarih tahun 2007an yang lalu. Dari logika kepala saia aneh sekali… saat pabrikan gembar-gembor sistem injeksi adalah sistem yang canggih, up to date, sedang karburator tehnologi jadoel, lha kok ini malah milih yang karbu daripada yang injeksi…sama-sama Varionya.

vario babe
vario babe

Untuk memahami alasan dibalik pemilihan metik yang ane anggap “aneh” ini, saia langsung interogasi pemilik motor metik ini đŸ˜€ . Beliau adalah Super duper FBH sejati asal dari kampung, semenjak lepas dari Suzuki dan Vespanya. Beliau adalah babe ane sendiri đŸ˜€ . Waktu ku tanya, Be…kenapa ndak ambil vario 110 injeksi aza, kan lebih irit, lebih bagus, lebih baru desainnya? kenapa malah milih yang desain lama kaya gini, karbu kan lebih boros….

vario babe
vario babe

Jawaban Babe ane sangat sederhana, jujur khas orang tua desa :

” Aku ki wis tua, pengen sing praktis, nek ono opo-opo kari nang bengkel ngarep kono, motor karbu, sopo ae iso nyekel. Model yo ra neko-neko, paling nggo nang pasar tok, dadi ra perlu motor apik. Karbu ancen luwih boros, ning ra sepiroa. Mbangane ngingu injeksi nek ono opo-opo kudu nang kutho (jarak ke Magelang 15an km) adoh, ngentekke wektu karo tenaga. Lan sing penting pasarane apik, dadi nek ono perlu didol kaceke mung sitik.”

Terjemahannya : ” Saya itu sudah tua, ingin yang praktis, kalau ada apa-apa tinggal ke bengkel depan situ, motor karbu siapa saja bisa perbaiki. Model juga ngga neko-neko, hanya untuk ke pasar saja, jadi nggak butuh motor cakep. Karbu memang lebih boros, tapi nggak seberapa. Daripada pelihara motor injeksi, kalau terjadi sesuatu harus ke kota (jarak 15an KM) jauh, ngabisin waktu dan tenaga. Dan yang penting pasarannya bagus, jadi kalau suatu saat perlu, bisa dijual selisihnya dengan saat beli cuma sedikit.”

vario babe
vario babe

Itulah alasan biker kampung, ngga banyak pertimbangan, ndak banyak tuntutan. Yang penting simpel, terhitung irit, dan merknya HONDA….harga jual balik bagus….jiannn sungguh beruntung Honda mempunyai konsumen seperti itu. Dan ane yakin, karakter kayak babe ane itu buanyak di daerah-daerah . Sedangkan alasan milih vario karbu tersebut menurut ane hal yang sangat bisa dimaklumi sekali, karena tiap individu punya pola pikir tersendiri, dan itu yang diyakini paling cocok dengan kondisi dirinya. Percuma melihara motor yang up to date tapi hati selalu diiringi rasa khawatir jika terjadi sesuatu bingung karena bengkelnya jauh.

vario babe
vario babe

Kasus ini juga menjawab pertanyaan ane, kenapa vario 110 karbu begitu awet dipertahankan oleh AHM, ternyata masih ada pangsa pasarnya, yaitu di daerah-daerah seperti kampung ane tadi. Dan terbukti, pasaran rondo metik Honda yang bagus di kampung-kampung adalah Vario 110 karbu dan Beat karbu…. kalau injeksi, bapak mending EMOH……

Bonus… lagu untuk babe… Fortunate Son by Creedence Clearwater Revival ( CCR )

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil