Kenapa Oli Fully Synthetic Lebih Baik Dihindari Saat Inreyen?

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Setelah mengenal beberapa karakter, jenis oil base, sifat kekentalan, sertifikasi sebuah oli, kini kita akan ngobrol tentang pelumasan saat motor inreyen. Inreyen atau breakin engine tidak melulu saat motor baru saja, namun ketika motor perawatan besar seperti turun mesin, atau perbaikan mesin yang mana mesin harus dibongkar total. Setelah dirakit ulang, maka mesin mengalami masa inreyen atau break in lagi. Di masa ini, ternyata ada peran oli yang cukup mendukung keberhasilan masa inreyen. Ada sebuah pertanyaan dari seorang dulur, kenapa oli fully synthetic kok lebih baik dihindari saat masa inreyen?

Mungkin saja tidak semua kendaraan  atau pemakai menghindari oli fully synthetic karena alasan yang kuat. Bisa jadi memang kendaraannya sudah didesain memakai oli fully synthetic saat pembuatannya. Namun kita akan ngobrol tentang mesin kendaraan produksi masal harga terjangkau di sebuah kendaraan motor, bukan mobil. Motornyapun sebatas motor kubikasi kecil, 250 cc kebawah.

Mungkin ngadimin adalah salah satu pengguna kendaraan aliran konservatif, tidak mengikuti perkembangan jaman soal penggunaan oli jenis tertentu saat inreyen. Ngadimin juga bukan seorang pakar ahli perpelumasan. Namun ada beberapa alasan yang membuat ngadimin menghindari penggunaan oli fully synthetic saat inreyen. Lebih suka menggunakan oli dengan bahan dasar oli mineral atau semi sinthetic saat mesin inreyen.

Yang pertama, penggunaan oli bahan dasar mineral ini terbukti cara yang paling aman sejak dahulu sampai sekarang. Masih sangat hafal statment lama mr. Widman yang mengatakan

“Gunakanlah oli mineral saat masa break in, ini adalah cara yang paling aman, karena dengan penggunaan oli fully synthetic saat break in memperbesar resiko mesin ” gancet” saat masa break in tersebut “

 

Dengan pemakaian oli fully synthetic yang pad umumnya sangat licin, maka ada kekhawatiran ” keausan ideal” saat inreyen tidak terjadi. Masa inreyen justru butuh waktu yang lebih lama, serta resiko piston macet karena celah antara ring dengan permukaan liner belum ideal. Apalagi karakter oli fully synthetic yang sangat mengandalkan hydrodinamic lubrication atau flow dan tekanan oli begitu dominan. Film strength sangat lama terbentuk di lapisan film oli. Berbeda dengan oli mineral yang gampang dalam membentuk lapisan film strength. Itulah landasan, kenapa oli mineral direkomendasikan untuk masa inreyen.

Jika anda tidak percaya bahwa saat masa inreyen terjadi “keusan ideal” mesin, silahkan cek saat penggantian oli pertama saat mesin masih baru, sekitar 500-1000 km pertama. Di kandungan oli yang ditap, maka akan kita jumpai serpihan butir-butir logam yang lumayan banyak. Itu adalah hasil pembentukan celah ideal antar komponen tersebut, permukaannya saling gesek sampai membentuk celah ideal, menghasilkan serutan logam yang terbawa oleh oli.

Alasan berikutnya kenapa oli mineral adalah pilihan saat masa inreyen adalah fakta bahwa pabrikan oli yang produk jualannya sangat banyak oli jenis fully synthetic, tapi masih membuat jenis oli untuk break in atau inreyen. dan dari pengamatan ngadimin, oil basenya tetap mineral. Karena masa pakainya yang cukup singkat, 1000-2000 km. namun yang paling dominan adalah kadar zinc atau zddp nya sangat tinggi, tapi non friction modifier ketika olinya jenis sintetik ( bukan fully ). Zinc yang sangat tinggi ini fungsinya untuk mengurangi wear atau keausan berlebih ketika salah perlakuan saat inreyen. ” Keausan ideal” yang diharapkan, serta lapisan film strength yang bagus.

Bahkan di sebuah artikel pelumasan, mengatakan mineral base oil is better choice, dan menghindari oli yang mengandung friction modifier ( additif anti friksi….. additive pelicin).¬†Nah…. karena oli khusus masa inreyen disini tidak lazim, maka yang paling mudah adalah menggunakan oli HDEO atau olie diesel mineral…. kenapa? karena oli diesel mineral rata-rata punya kadar ZDDP yang tinggi, nilai SPASH tinggi.

Atau jika anda tidak mau pusing dengan pemilihan oli, maka gunakan oli bawaan kendaraan anda untuk masa inreyen…. Oli sudah didesain untuk mesin kendaraan anda. Itulah kenapa kemarin ngadimin hanya memakai oli bawaan cukup 400 km, kemudian menggantikan dengan oli HDEO mineral sae 15w-40 di gsxr150 milik ngadimin. Kemudian setelah masa break in selesai, baru menggunakan oli fully synthetic+pao.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

gulf oil

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*