Kekurangan Suzuki NexII Versi Tesrider 78deka.com

suzuki

Yola dulur yang budiman… kita melanjutkan review metik entry level suzuki nexII. Jika sebelumnya kita membahas kesimpulan dan testimoni suzuki nexII, sekarang kita membahas kekurangan suzuki nexII versi publik awam 78 deka.com.

Tak ada gading yang tak retak. Tak ada pula produk motor yang sempurna, apalagi sekelas metik entry level seharga 13 jutaan rupiah. Tentu ada plus minus, begitu pula dari testimoni jujur penunggang motor awam. Sebelum melanjutkannya, silahkan sek testimoni mereka di sini ya Lur.

Testimoni Lengkap Pemakai Motor Non Suzuki Terhadap NexII

Suzuki Nex II, Semua Tesrider Bilang Enak

Diantara banyak kelebihan yang ada di suzuki nexII, para testrider 78deka.com memberikan opini bahwa metik ini tetap mempunyai kekurangan. Bisa jadi ini tidak bermasalah bagi anda. Atau mungkin anda menilai sektor lain sebagai kekurangan, namun rekan-rekan ngademin menganggap bukan sebuah minus.

Dari pendapat mereka, ternyata cukup mengejutkan. Jika selama ini para pengamat motor beberapa fitur yang absen di suzuki nexII merupakan sebuah kekurangan, maka dari 9 testrider ngademin tidak ada yang menyebutnya sebagai kekurangan.

Fitur parking lockbrake, dan side stand switch atau saklar otomatis standar samping tidak dikeluhkan oleh para tesrider. Dari 9 testrider tidak menyebut 2 fitur sebagai kekurangan. Ini menandakan bahwa mereka acuh atau membiarkan 2 fitur tersebut tidak ada.

gulf oil

Yang jadi kekurangan dari mereka di suzuki nexII justru yang berhubungan langsung dengan indera. Yaitu visual dan pendengaran, bukan fungsi fitur. Ini menunjukkan bahwa karakter konsumen metik entry level kita masih berkutat di estetika dulu, baru fungsi.

2 fitur yang dikomplain mereka adalah stater kuno yang bersuara bletak ( auditory ) dan desain dashboard speedo yang nampak manual ( visual ). Padahal di motor suzuki, keunggulan, kelebihannya banyak di fungsi, performa, durability, bukan estetika. Desain biasa, namun saat dikendarai baru terasa kelebihannya. Kelebihan motor suzuki nexII ada di rasa. 

Ini nampak dari pengamatan ngademin ke para testrider. Saat melihat pertama kali, raut muka mereka biasa saja, ada juga yang menyangka motor merk honda baru. Apalagi saat melihat konsol speedo, mereka menganggap agak jadul. Kemudian saat menstater motor, mereka kompak bilang : kasar sekali staternya. Sampai disini belum ada pujian bagi suzuki nexII.

Begitu sudah mencoba jalan, merasakan sensasi berkendara, baru deh, semua pujian muncul.  Bagi para expert motor mungkin ini bukan hal yang penting. Namun bagi calon pembeli atau biker awam, mereka melihat pertama kali dari estetika dulu. Desain, dan apa yang bisa ditangkap dengan indera mereka. Awalnya nggak meyakinkan, mereka akan pindah ke motor lainnya.

Ini justru seperti kontradiktif dengan suzuki nexII yang sangat jor-joran di ” rasa ” sebuah metik entry level. Kesan pertama biasa saja, namun soal rasa, luar biasa…. Itulah inner beauty. Sayangnya publik awam lebih tertarik ke kesan pertama, walaupun setelah itu biasa saja.

Hal-hal seperti ini mungkin harus lebih menjadi perhatian bagi suzuki. Tanpa harus meninggalkan kelebihannya dalam hal ” rasa ” tersebut. Estetika lebih ditonjolkan lagi. Kelebihan seperti one touch stater justru sangat tidak nampak sebagai kelebihan bagi konsumen… Padahal sangat terasa di fungsi. Kenapa? Karena tidak ada tulisan di motor yang menyatakan kelebihan itu. Beda sekali dengan merk lain yang pandai mengumbar gimmick, bahkan shroud yang minim fungsi saja dijadikam gimmick dengan tulisan dynamic shroud. Di suzuki nexII? Polos tanpa gimmick satupun.

Well, itulah kekurangan suzuki nex versi 78deka.com.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum