Kali Ini Saya Mengalah… MotoGP Sangat Berpengaruh Di Publik Awam

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Sejatinya, ngademin memandang balap motogp itu sekedar hiburan. Namun untuk publik awam, ternyata sangat berpengaruh… Akhirnya ngademin mengalah…. Ya ada pengaruhnya.

Kenapa kok bagi ngademin tidak berpengaruh soal pilihan motor? Karena bagi ngademin, motor motogp sudah mustahil untuk diaplikasikan di jalan raya sebagai motor produksi. Jadi mau jaya atau tidak sebuah brand motor tidak berpengaruh di opsi beli motor. Kalau kualitas bagus, nyaman, ya ndak peduli capaian di motogp. Bahkan tidak ikut pun juga tak masalah.

Namun bagi publik awam, brand motor yang ikut balap motogp tidak sekedar numpang iklan atau penguat mindset. Bagi mereka, capaian di balap motogp adalah representasi kualitas motor dan opsi pilihan untuk dibeli. Ini adalah realita tang ngademin temui.

Ketika ngobrol dengan rekan yang sama-sama penggemar motogp, doi bilang : ” Wah… Pantesan motor baru suzuki mulai banyak ditemui di jalan. Di motogp mereka mulai bagus sih… Motornya mulai baik… “. Ngademin bisa saja tertawa dengan statment tersebut… Apa hubungannya??? Emang tunggangan Loe motor prototipe???

Tapi cukup untuk dipahami saja. Ternyata efek motogp begitu kuat sebagai brainstorming mindset sebuah brand motor. Khususnya publik awam. Dan entah ada hubungannya atau tidak, ada sebuah brand yang penjualannya terus merosot sejalan dengan prestasi mereka di ajang motogp. Tentu faktornya bukan dari basis penggemar, namun dari publik awam.

Dan ngademin cermati, justru mindset seperti ini tertanam di kelas metik entry level, bebek entry level, atau sport/ naked entry level… Motogp sebagai acuan mereka melihat kualitas brand motor. Tidak berlaku ke kelas medium atau high level. Contohnya kawasaki yang absen ikut motogp, namun tetap punya basis pembeli.

Hal ini tentu perlu dicermati oleh para pemangku kepentingan penjualan motor. Saat prestasi brand mereka bagus di motogp, harus dimanfaatkan. Karena hal seperti ini hanya bersifat momentary mindset. Ketika bagus saja kaum awam ingat. Namun ketika prestasi jeblok, mindset mereka akan berubah dan lupa….. Jika moment seperti ini lewat, maka kesempatan juga akan hilang, menunggu prestasi di motogp bagus lagi.

Bagi ngademin sih, apapun yang terjadi di gelanggang motogp, nggak ngaruh… Tetap asyik ngelus-elus si gipsy danger, sisiwi, dan si gendux…. Karena realita dan nyata… Sudah tidak mempan dengan jampi-jampi mindset motogp. Tapi tidak bagi mereka…. Motogp sangat berpengaruh terhadap mindset brand motor…. CATAT!!!!

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

gulf oil