Jualan Metik Entry Level Itu Jualan Dieler

suzuki

Yola dulur yang budiman…. jika kita melongok ke hasil penjualan motor jenis metik di marih, ada sebuah pertanyaan. Kenapa metik paling laris hanya dikuasai oleh AHM dan yamaha? Padahal pabrikan yang punya produk metik tidak hanya mereka. Well, pengamatan singkat ngadimin sih, jualan metik itu sama saja jualan diler.

Kita tentu ingat, bahwa TVS pernah punya metik entry level yang harganya killer, soal kualitas bahan jangan ditanya. Belum lagi sekelas piaggio atau vespa, bahkan keitung pelopor skuter, belum kymco sebagai gerbong pertama skutik di Indonesia, suzuki punya nex yang harga cuma 13 juta sudah selevel dengan beat, bahkan nex lebih irit. Tapi ujung-ujung publik sebagian besar tetap saja pilih metik ahm atau yamaha.

Well…jika anda turun ke level awam, turun ke ranah dimana orang hanya memandang motor sebagai kebutuhan, maka akan tahu bahwa mereka akan membeli sebuah metik asal ada jaminan….minimal ada rererensi dan lingkungan sekitarnya. Jaminan kalau pelihara metik tersebut tidak menyulitkan saat perawatan.

beat betty

Ini berarti menyangkut atau berkorelasi langsung dengan diler. Jualan metik itu sama saja bagaimana sebuah pabrikan menjual atau menunjukkan bahwa diler sebagai ujung tombak penjualan dan perawatan sangat kapable, menarik, serta memberikan jaminan atau kepastian rasa tenang saat konsumen memakai metik tersebut.

Kepastian atau jaminan ditempuh oleh ahm dengan cara kuantitas….diler tersebar sampai pelosok-pelosok kecamatan, jualan sampai ke lapangan bola kampung. Yamaha sebagai peringkat 2 penjualan metik pun melakukan hal yang hampir sama, namun beda karakter. Diler yamaha menjual rasa pride, ketersediaan sparepart, dan khas kaum kekinian. Jumlah dilernya juga lumayan banyak.

Bagaimana produsen-produsen metik lainnya? Percayalah, jumlah penjualannya akan seiring dengan jumlah dilernya.

Sebensrnya semua juga perlu proses, tapi bukan pemakluman. Jumlah diler bukan langkah awal, tapi imbas. Dengan keterbatasan jumlah diler, seperti suzuki misalnya, seharusnya bisa memberikan hal yang lebih saat konsumen metik datang ke diler untuk mengkompensasi keterbatasan jumlah diler. Ketersediaan sparepart, tempat yang menyenangkan, keprofesionalan dan keramahan pegawai, kepedulian diler, dll bisa mengkompensasi keterbatasan jumlah.

Sejauh ini, pengguna motor suzuki baru sekedar puas dengan produk. Untuk aftersales, diler….banyak PR yang harus diselesaikan….dan itu penting jika ingin jualan motor metik, khususnya entry level.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum