Joan Mir : Prodigy Tersembunyi, 2 Tahun Lagi Siap Menantang Pembalap Terbaik Motogp

suzuki

Yola dulur yang Budiman…. Saat pertama kali tahu bahwa Davide Brivio memboyong Joan Mir untuk bergabung ke garasi team Suzuki Ecstar, Ngadimin plonga-plongo kek monyet ditulup, tulip dimonyet. Namun ternyata, setelah membaca testimoni orang-orang di lingkaran terdekat Joan mir, Ngadimin baru terbuka matanya. Dia adalah seorang Prodigy tersembunyi yang diprediksi 2 tahun lagi bakal bertarung dengan pembalap-pembalap terbaik MotoGP sekarang.

Bagaimanapun, seorang Davide Brivio adalah dedengkot penuh pengalaman di dunia manajerial MotoGP. Mata dan instingnya tajam membaca potensi seorang pembalap. Boss Brivio juga mantan manager Valentino Rossi. Itulah kenapa Brivio berani mengambil resiko gambling merekrut anak bau kencur untuk menemani Alex Rins menggantikan Iannone. Bayangkan saja,  2 tahun di Moto3, setengah musim di Moto2 dan belum pernah juara tapi itu sudah meyakinkan seorang Brivio.

Ya…  Jika seseorang dengan insting tajam akan bisa mengendus potensi terpendam yang tersembunyi pembalap meskipun saat ini belum muncul. Namun berdasar jejak dan track record awal bisa memutuskan bahwa Mir adalah pembalap Prodigy….. Bakat luar biasa. Ini diceritakan oleh orang dekat yang bekerja langsung, berinteraksi langsung dengan Mir semenjak balap Red bull rookies, dan FIM junior world championship, Christiani Lundberg dan Pete Benson, crew Marc VDS Moto2.

Diceritakan oleh Lundberg, Mir adalah pembalap yang langka, hanya bisa dinilai secara nyata jika anda dekat dengan Mir…. Sehingga seorang Brivio sampai bilang ” pembalap yang punya sesuatu special “. Dan Brivio tidak salah membaca.

Lundberg membeberkan fakta, saat tahun 2015 mir bertarung di ajang junior championship melawan pembalap kuat seperti Aron Canet dan Nicolo Bulega. Saat itu team mendapatkan motor dengan ” stock engine ” alias standar ting-ting. Untuk melawan Canet dan Bulega adalah hal yang sangat sulit. Namun nyatanya Mir bisa menang 5 seri. Bahkan saat teamnya krisis keuangan, out of money dan menyerah, tidak punya daya apapun untuk memenangkan kejuaraan, Joan Mir secara ajaib bisa mempertahankan motornya sampai kejuaraan selesai….. Tanpa kerusakan.

Sesuatu yang spesial itulah yang membawa mir bisa memenangkan 10 seri Moto3 hanya kalah 1 seri dari Valentino Rossi yang 11. Namun capaian mir lebih susah dimana moto 3 sekarang perbedaan motor antar team sangat tipis, sedangkan Rossi dulu full back up dari pabrikan Aprilia. Sangat susah seorang pembalap menang 10 seri di Moto3 sekarang ini.

Bakat Alami adalah yang dibawa Joan Mir. Dia adalah orang yang sangat fokus… Diluar sirkuit dia selalu tidak jauh dari dunia motor…dan itu dilakukan sebagai ajang berlatih, bukan bersenang-senang. Selain gemblengan fisik, doi juga berlatih yoga untuk relaksasi. Keseimbangan antara pikiran dan fisik.

Karakter balapnya adalah seorang jenius ( jadi ingat dengan Rossi muda ). Menurut Pete benson, sangat jarang melihat Mir memimpin balapan terlalu cepat. Dia adalah karakter pembalap yang analisanya kuat. 3/4 jalannya lomba dia habiskan untuk menganalisa balapan di urutan antara 7 sampai 5 , membayangkan time attack dan line balap ideal, kemudian di 5-4 lap akhir mulai menyalip satu per satu pembalap didepannya. Dan itu dilakukan saat berumur under 20 tahun!! Menunjukkan ketenangan mental yang luar biasa.

Davide Brivio membulatkan tekad untuk pasang taruhan judi besar di bahu Mir setelah bertemu dan membaca karakter Mir saat wawancara. Dari gaya bahasa dan tutur katanya, bisa dinilai bahwa Mir adalah pembalap dengan ” keyakinan penuh “, clear mind, dan sangat komitment….. Dan tentunya memilih Suzuki sebagai opsi utama, bukan karena ditolak team lain…. Mir setuju Dengan proyek Suzuki atas dirinya…. ( Kala itu Brivio sedang menimbang antara Lorenzo dan potensi Pedrosa yang pisah dengan HRC ).

Keyakinan seorang Mir bahkan kadang mengalahkan intuisi crew atau manajernya di Moto3. Saat dia start urutan 16. Dia bilang, ” ngga apa-apa…motornya oke, besok aku akan membalap dengan baik, jangan khawatir”. Dan saat balapan, dia membaca semua aspek dari layout sirkuit, kemampuan motor, menganalisa speed lap dan mencari waktu terbaiknya…  Analisator sejati.

Bahkan ketika motornya tidak dalam kondisi sempurna, dia selalu optimis dan tidak mengeluh. Mir lebih memilih menganalisa kemampuan motornya, kemudian memaksimalkan sepenuhnya potensi motor yang ada daripada mengganti dengan motor baru. Dia selalu membalap dengan otaknya… Bahkan ketika pertarungan di lap akhir sampai limit, dia masih membawa otaknya untuk menuntun okolnya. Keyakinan dan ketenangannya begitu mengagumkan di seumuran Mir.

Dua orang yang pernah kerja sangat dekat dengan Mir berkata : Jika mir terus belajar seperti sekarang ini, berada di team yang berisikan orang yang mampu mengarahkannya, maka Mir akan menjadi pembalap hebat. Jika dia terus belajar hal baru seperti elektronik, hal-hal lainnya, tidak keluar dari trek pembelajaran yang sekarang, maka 2 tahun lagi, kita akan melihat Joan mir menjadi penantang utama pembalap terbaik MotoGP .

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

gulf oil