Jangan Protes Performa On Wheel New R15

suzuki

 

Yola dulur yang budiman….lagi seru nih soal hasil test dyno new R15 yang dilakukan oleh otomotifnet. Alat yang sama yang digunakan untuk test dyno new CBR150 dan GSX-R150. Hasilnya…. ehm…. jika dibandingkan dengan duo kompetitornya jelas akan bikin artikel panas….. Apalagi deka dicap blogger suzuki, pasti akan memuji-muji GSX-R150. No….. kali ini ngadimin akan sedikit membela new R-15, bagaimanapun deka dulu pernah dicap blogger FBY…. :mrgreen: .

Dari hasil test dyno otomotifnet, kita jadi tahu performa new R-15 sejauh mana. Didapat power on wheel maksimum 15,15 dk pada 10.300 rpm, dan torsi maksimal 11,3 Nm pada 7.600 rpm. Posisinya ada di tengah-tengah duo kompatriotnya, secara power dibawah gsxr dan di atas cbr, sedangkan torsi paling bontot. Jangan protest dulu… lha katanya power tertinggi di kelasnya? katanya mesin dilengkapi VVA dan unggul kubikasi, 155 cc? Katanya SOHC overstroke unggul torsi? lhaa kok hasilnya nggak unggul?

Gini…. saat awal new R-15 digemborkan punya power terbesar di kelasnya secara oncrank, deka cuma manggut-manggut, ndak langsung publish heboh, kenapa? Karena lebih riil power on wheel daripada oncrank. Power oncrank hanya sebagai patokan brosur dan jualan, susah untuk membuktikan atau membacanya karena harus bongkar mesin dan memakai alat uji khusus.  Masih ada lost di power delivery, termasuk severapa berat menarik beban total plus lebar ban. New R-15 ini kalok diliat kan bobot paling berat, 137 kg, dan ban belakang paling gedhe…..

kredit otomotifnet

VVA yang membantu torsi apakah tidak berfungsi? tetap bermanfaat untuk meningkatkan torsi masbro, khususnya torsi bawah. Tapi iiiii ya itu…. fungsi utama variable valve itu adalah meratakan torsi dan power, bukan untuk menambah performa. Gampangnya, meratakan performa di rentan rpm bawah sampai atas agar lebih linier, tidak begitu timpang, seperti yang deka buatkan artikel fungsi VVA, variable valve secara umum. sayangnya masih sedikit yang mengakses. Dan yang mengakses pun masih ada yang nggak sepakat ama tulisan…. yo ndak apa-apa…. Namanya juga proses saling mengerti, ya to? Nah kini riil performa motor + vva sudah keluar dan artikel deka ngga keliru.

Belum lagi dengan adanya assist and slipper clutch, ini memang tidak menaikkan performa keseluruhan. Tapi dengan adanya komponen ini, perpindahan gigi dan downsift, power yang tersalurkan ke ban lebih efisien. Seberapapun power yang dikeluarkan motor, tapi dengan adanya komponen ini jelas soal pindah-pindah gigi lebih enak.

Lha terus apa dengan performa yang tidak ada keunggulan ini membuat new R15 tidak layak beli dibandingkan duo kompetitornya? Ya ngga gitu…. lha yang dijual opleh yamaha mungkin di sektor style, gaya, dan sensasi motor yang enak buat nikung…. tidak melulu soal power and torque. Lihat saja bodinya yang kek motor 250 cc, liat saja suspensi USD-nya, lihat saja arm banana-nya. Boleh kalah performa, tapi menang gaya. Jadi masih menarik bagi konsumen yang mementingkan gaya. Cumak…. yang jadi ganjalan itu statment petinggi yamaha sering terlalu lebay ( ndak usah disebut )….. Kritik lagi…. Biarin deka ditandai…..tapi inilah wujud perhatian deka ke yamaha. Ndak suka kritik yo terserah……

Lha terus penulis sendiri pilih yang mana dari ketiga motor tersebut? jangan cumak jas…jes…joss… mulu, tapi kagak beli!!! Ya, yang namanya blogger, media swadaya, media subyektif, media person itu fungsinya memberitakan, menggosip, membahas produk, ndak harus punya atau beli toh?? Kalok semua disuruh beli ya bangkrut jadi blogger 😀 :mrgreen: . Tapi jika emang dikasih rejeki, ngadimin pengin motor yang apa adanya, realistis, serta cocok dengan postur deka…. dah gitu aja.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum