Jangan Protes Kalau Blogger Beropini

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Paradigma ngeblog sekarang sudah mulai berbeda dibandingkan 6 tahun yang lalu atau sebelumnya. Sekarang, jika blogger beropini di blognya, ada sebagian golongan yang mencibir dan protes. Hal ini banyak deka jumpai dan deka rasakan sendiri.

ilustrasi-blog

Deka sering menjumpai di kolom komentar ada komentator yang bilang: jangan ke blog anu, banyak opininya, jangan ke eta, penggiringan opini. Lebih baik ke blog iyeu, beritannya netral nggak beropini. Well…sebenarnya ya normal saja ada opini seperti itu, apalagi yang berkomentar belum mengenal dunia blog lebih lama. Dan deka maklum, karena blog motor khususnya sekarang yang tenar adalah blog yang banyak menyajikan berita.

Blog sekarang kecenderungannya mempunyai manfaat seperti media online, portal berita. Sebenarnya hal itu bisa membiaskan perbedaan blog dengan portal berita atau koran online. Btw itu juga hak masing-masing blogger, karena memang tidak ada aturan baku tentang ngeblog. Namun hal itu akan membuat kegaduhan berita di media apapun. Ingat, blog dalam menyampaikan berita tidak punya kode etik jurnalistik. Berita di blog dianggap liar kalau dari sudut pandang wartawan media yang terikat aturan dan kode etik jurnalistik.

Hal itu bisa jadi di suatu saat akan menjadi friksi, karena punya tujuan yang sama.. Menyebarkan berita dari sumber yang sama, namun blog punya keuntungan publish lebih cepat dibandingkan wartawan mainstream. Nah… Blogger informatif seperti ini yang banyak digemari sekarang. Alasannya dapat info lebih cepat, dan lebih murah dibandingkan media mainstream. Sehingga pembaca yang baru mengenal dunia blog akan merasa aneh kalau menemui blog yang tulisannya berisi opini blogger.

Padahal blog sendiri muncul untuk menampung orang-orang yang hobby menulis, seperti catatan harian dalam bentuk digital dan bisa diakses oleh publik. Jadi blog memang sarangnya opini penulis pada awalnya. Karya tulis di blog tentu sangat kental dengan subyektifitas penulis, sudut pandang penulis. Dan di situlah diferensiasi antar blog, karena isi pikiran dan gaya bahasa antar blogger tidak ada yang sama persis.

ilustrasi-pengunjung-blog_663_382

Ketika sebuah blog menyampaikan sebuah informasi, berita, tentu point of viewnya dari pribadi blogger tersebut. Dan itu sah, karena ini adalah blog… bukan portal berita, koran digital. Di dunia blog, sumber berita yang sama, bisa jadi akan menjadi banyak interpretasi tergantung isi kepala masing-masing blogger. Dan itulah yang membuat blog menjadi berwarna warni, beda persepsi dan beda gaya bahasa.

Kalau blog seperti itu berarti informasi menjadi bias dong? Betul… Membaca informasi dari blog memang mengajak pembaca menjadi pembaca yang cerdas. Pembaca yang ikut mempelajari isi berita, kemudia baru menilai isi informasi. Blog mengajak pembaca menentukan sendiri mana tulisan yang dianggap sesuai dengan pola pikirnya. Blog mengajak pembacanya ikut mikir, kalau pikirannya tidak sesuai, ada kolom komentar disitu untuk mengkritisi penulis.Jika blog seperti itu, maka blog tidak akan bersinggungan dengan media informasi mainstream. Karena muaranya beda, di blog ada informasi yang simetris, di blog kita diajak kritis dan berani beropini sesuai pola pikir masing-masing, baik penulis atau pembaca.

Disini deka tidak menyalahkan blog yang mirip dengan portal berita…. Tidak sama sekali..namun hanya ingin menyampaikan saja ke pembaca, bahwa blog tidak harus seperti itu, seperti portal berita. Justru di blog lah pada awalnya sebagai ajang penampung opini penulis, berbeda dengan tujuan portal berita.

Jadi kalau membaca informasi di blog berupa opini blogger, ya jangan protes… Memang begitulah tulisan di blog, makin banyak baca blog, wawasan dari berbagai sudut pandang akan bertambah.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil