Jadilah Subyek Keselamatan, Bukan Obyek Keselamatan

suzuki

Yola dulur yang budiman….. ketrampilan naik motor dengan berkendara motor dijalan itu adalah 2 hal yang berbeda, namun merupakan satu paket wajib dalam urusan safety riding. Percuma punya skill dewa, namun attitude di jalan atau pemahaman berkendara di jalan buruk. Begitu pula sebaliknya, punya attitude yang baik, namun ketrampilan berkendara kurang bisa mengakibatkan kecelakaan. Maka dari itu, marilah kita menjadi subyek keselamatan, bukan obyek keselamatan,.

LHo… emang bedakah antara menjadi subyek dan obyek keselamatan? Jelas beda Lur….. Jika kita menjadi subyek, maka kitalah pelakunya. Kitalah yang mempelopori usaha agar di jalan selalu selamat. Sedangkan saat kita menjadi obyek, kita menjadi pihak yang diselamatkan.

Jika ada subyek dan obyek keselamatan, bukankah sama-sama selamatnya? kenapa dipermasalahkan? Ini seperti pertanyaan kenapa kita harus menjadi pelaku sedekah, jika kita yang menjadipihak yang disedekahi? kan menjadi bagian dari aktivitas sedekah? Nah…. lebih terhormat mana, pihak yang sedekah dengan yang menerima sedekah?

Sama saja, jika kita menjadi obyek keselamatan di jalan, maka keselamatan kita tergantung oleh pihak lain, para subyek keselamatan. Kita selamat karena ada pihak yang mengalah, pihak yang memperhatikan keselamatan, pihak yang lebih tertib di jalan. Misalkan saja saat ketemu pertigaan, kita terus ngebut tanpa mengurangi kecepatan, padahal ada pengendara lain yang aka masuk ke jalan, mereka memilih berhenti dulu, selamat kita walau tidak tertib. Celakanya, jika pas ketemu sesama obyek keselamatan, sama-sama sering tidak tertib dan selamat, sama-sama tidak mengalah…. JDARRRR…. tabrakan.

Atau saat kita menyalip kendaraan lain tanpa pencet klakson dulu, jika ketemu subyek keselamatan yang yang ngasih lampu sein dan melihat spion dulu, selamat kita. Bagaimana jika pas ketemu pengendara alpa? JDEERRR juga. Atau sudah tahu tidak ada jarak dengan kendaraan berlawanan, namun tetap overtake kendaraan depan, jika ketemu subyek yang tertib, kita selamat overtake walau caranya salah….. tapi karena lawan mengalah biar tidak celaka, itu namanya kita selamat tapi sebagai obyek, bukan subyek.

Menjadi obyek memang bisa selamat, tapi maukah anda selamat karena seringnya belas kasihan orang lain? Selamat karena tergantung pihak lain? Jangan merasa jagoan karena pihak lain mengalah dan anda selamat, mereka yang mengalah itu sejatinya lebih baik dari kita, lebih bijak dari kita, mereka subyek dan kita obyek. Yang nampak jagoan, menangan, sejatinya hanyalah obyek. Obyek yang tergantung orang lain….. LEMAAAHHHH…….

So jadilah subyek keselamatan, jadilah pelaku keselamatan, menghormati pengguna jalan lainnya, timbulkan rasa empati terhadap pengguna jalan lainnya. Ingat…. kita berkendara di jalan umum itu sejatinya hanyalah numpang lewat, itu bukan jala kita, tidak ada yang lebih berhak di jalan, kecuali aturan berkendara yang menjadi kesepakatan bersama. Jangan ngerasa jalan milik mbah-mbah kita, kemudian hukum rimba yang bicara, siapa paling berani, paling nekat, paling kuat yang berkuasa.

Tiap orang bisa naik motor, tapi berkendara di jalan dengan benar? hmmmm belum semuanya sadar akan hal itu. Lebih suka jadi obyek dripada subyek, lebih suka dikasih daripada ngasih…….

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil