Inilah Penyebab Lorenzo Pensiun

suzuki

Ada sedikit keterkejutan ketika lorenzo menyatakan pensiun dari balap motogp. Namun setelah mendengar alasannya, ngademin jadi maklum dengan keputusan dia memutuskan untuk pensiun.

Ditambah lagi sedikit sentimentil ngademin soal pensiunnya Lorenzo. Meskipun dulu sering ngebully gegara juara bantuan di tahun 2015, ngademin mengakui dan respek terhadap kapasitas seorang lorenzo. Terlepas dari personalitasnya yang ” egois “, dia adalah pembalap hebat dengan skill riding yang menjadi referensi balap.

Gaya balapnya yang sangat smooth, sampai membuat ngademin membuat istilah baginya ” Smooth like butterfly, sting like a hornet “, atau istilah ” race like ballerina “. Itu adalah penghormatan ngademin terhadap kehebatan Lorenzo. Dan gaya smooth nya adalah referensi pembalap-pembalap yang lebih muda. Gaya smooth, maka penggemar motogp akan mengingat gaya Lorenzo.

Back to reality. Lorenzo pensiun musim ini, umur masih dianggap produktif, 32 tahun. Banyak teori konspirasi yang beredar. Salah satunya, cara halus HRC memutus kontrak Lorenzo, untuk menuruti keinginan Marquez untuk seteam dengan adiknya Alex… Melalui boss Dorna, Ezpeletta. Ngademin belum 100% percaya, apalagi itu baru sekedar rumor.

Belum lagi soal lorenzo yang memilih pensiun, bukan pindah team. Memang ada intervensi dari boss Dorna ” Ezpeleta “. Kenapa seorang boss Dorna ” menegosiasi ” dan menemani pembalap yang putus kontrak? Bukan manajer team, atau manajer pribadinya? Tapi langsung boss motogp?

Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang membuat panggung motogp ramai. Namun ada statment-statment resmi Lorenzo yang diungkapkan saat press conference kemarin, ketika mengumumkan dirinya pensiun berikut penyebabnya. Lagi-lagi disamping Ezpeleta.

“I crashed again in this ugly Assen crash, and you all know the consequences,” he said. “I have to admit, when I was rolling on the gravel and when I stood up, I thought to myself, ‘ok Jorge, is this really worth it, after what I’ve achieved, to keep suffering?’ I’m done with it, I don’t want to race any more.

Penyebabnya adalah serial crash dari awal musim ini, dimulai dari Aragon. Tapi crash di Assenlah yang membuat dirinya kehilangan motivasi balap. Crash tersebut membuat bekas operasi tulang bahunya patah lagi, serta retak tulang belakang. Dan itu dikatakannya membuat seorang Lorenzo ” Lost of motivation “. Cukup sudah…. Tidak ada balapan lagi… Tak mau membalap lagi.

Namun sekali lagi, ini diucapkan persis disamping Ezpeleta, yang beberapa hari sebelumnya merajuk ke Lorenzo, ” kalau kehilangan motivasi, lebih baik pensiun saja. ” Dan beberapa hari, menjadi kenyataan.

Dan motogp tanpa bumbu drama teori konspirasi, kurang sedep…… Ya to? Btw…. Thanks Lorenzo… You’re a great champion Rider. Sekarang anda bebas…. Bandung selalu terbuka untukmu… 😁😁.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

gulf oil

Be the first to comment

Leave a Reply