Inilah Kenapa Banana Swing Arm Dipakai Di Motor Produksi

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Jika anda banyak mengamati bentuk swing arm motor sport sekarang banyak yang memakai bentuk model melengkung seperti banana/ pisang. Bahkan sudah mulai dipakai di motor kelas massproduct 150 cc. Apa bedanya dengan model batang? Mari kita diskusikan.

Jika ingin melihat latar belakang banana swing arm, maka kita harus mundur beberapa dekade silam, khususnya di dunia balap motor. Beberapa tahun sebelum 1996, Kevin Schwantz menggunakan motor suzuki RG500 yang bentuk swing arm nya melengkung ke atas, tidak lurus seperti batangan.

Hal ini bertujuan agar expansion chamber knalpot bisa bersembunyi dibawah motor secara sempurna. Desain knalpot sangat berpengaruh di mesin 2 tak. Suzuki membuat model swing arm banana ini diserahkan ke pihak ke-2…. Buatan tangan, bukan produksi, pembuatannya sangat rahasia dan penuh ketelitian extra tinggi saat pembuatan, dan yang jelas mahal. Makanya swing arm model seperti ini sangat-sangat terbatas jumlahnya.

Di motor produksi, banana swing arm dikenalkan pertama oleh Aprilia RS250 di tahun 1996. Kembali sebuah motor 2 tak, karena banana arm memang didesain untuk mesin 2 tak. Namun sekali lagi, banana arm membuat motor ini harga sangat mahal, pembuatan banana swing arm masih sangat-sangat mahal. Keberadaan banana swing arm di motor produksi membuat publik motor mengidamkan swing arm melengkung di motor mereka, meskipun bermesin 4 tak yang nggak butuh expansion chamber. Tapi desain seksi swing arm tersebut yang ingin mereka dapatkan. Estetika…..

Pioneer banana arm di motor produksi adalah Aprilia, namun insinyur yamaha yang memungkinkan semua pabrikan motor mengaplikasikan swing arm model ini ke semua motor produksinya secara murah. Sebelumnya, yamaha pun belum bisa mengaplikasikan si banana di motor besar mereka. Swing arm terbuat dari extruded metal bar, pada dasarnya batangan metal, bisa besi atau alumunium. Seperti gambar R6 diatas.

Yamaha mengenalkan dan mengaplikasikan tehnologi dalam percetakan logam dengan tehnologi Controlled Fill Casting. Tehnologi vacuum die casting inilah yang membuat semua komponen logam motor bisa dibentuk dengan mudah. Produksi juga bisa massal dan biaya lebih murah. Di tahun 2003, yamaha memulai dengan R6 nya yang mengaplikasikan banana swing arm secara masal.

Vacuum die casting adalah mencetak logam dengan cara seperti die casting, tapi melalui proses tekanan secara vacuum. Alumunium/logam cair disedot saat penuangan dan terus mendapatkan pressure saat dicetak. Hasilnya cetakan menjadi lebih padat, kuat, dan ringan. Dan yang pasti bisa mendesain sesuai selera tanpa mengurangi kekuatan logam tersebut.

Dr. Hiroshi Yamagata, dari pihak yamaha mengatakan :

With the CF technology we can produce cast parts much lighter and at the same time even stiffer than with conventional casting. We can control the thickness of the material and adjust it accordingly in different areas of the cast part. So we can have strength were we structurally need it and save weight in areas where we have a lower stress factor. Also we can shape the parts freely and as another advantage the surface of the parts has a high quality.. We are also able to weld these cast part effectively, as you can see on the R6 swing-arm, consisting of two cast parts vertically split.

Itulah kenapa sekarang motor-motor “murah” bisa menggunakan banana swing arm. Tapi jika memang lebih kuat kok ada kasus swing arm ambrol? Well…jelas itu diluar konteks ini, karena kita tidak tahu pasti kualitas bahan baku, serta tehnologi yang dipakai, belum lagi kesalahan produksi.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

gulf oil

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*