Inilah Joan Mir Di Sachsenring…. Calon Pembalap Suzuki Ecstar Itu….

suzuki

Yola dulur yang budiman…. saat mengikuti lomba moto2 seri sachsenring kemarin, banyak hal menarik yang bisa dibahas. yang pertama tentu aksi Joan mir, dimana di artikel sebelumnya disebut seorang pembalap prodigy. bahkan saat jalannya lomba, komentator sering mengatakan joan mir : he is genius. Mari kita obrolkan calon pembalap suzuki ecstar musim depan ini.

Joan Mir : Prodigy Tersembunyi, 2 Tahun Lagi Siap Menantang Pembalap Terbaik Motogp

Awalnya memang tidak terlalu peduli dengan pemuda bau kencur ini, sampai menemukan statment-statment orang yang bekerja secara langsung dengan joan mir. Dia hanya menonjol dengan juara dunia kelas moto3 tahun kemarin. jenjang kariernya kalah mengkilap dibandingkan marquez muda dimana raihannya begitu fenomenal sejak awal menjadi rookie. Capaiannya menonjol dan menarik menjadi bahan berita.

Berbeda dengan joan mir yang analisator sejati. Musim pertama adalah tahun pembelajaran, menganalisa segala macam faktor dari pengenalaan karakter motor, sampai analisa karakter balap masing-masing calon lawan. Joan mir sangat jarang menampilkan gaya push motor sampai melebihi limit, dan crash secara fenomenal seperti marquez. Semua dilakukan secara detail runtut sesuai dengan hasil analisanya. Ridingnya sesuai analisa batas kemampuan motor dengan karakter sirkuit, riding secara tenang sesuai kalkulasi. Sampai saat ini doi memang belum pernah juara seri di moto2. Hanya podium 3…. dan kali ini podium 2 di sachsenring.

gulf oil

Tidak fenomenal memang… tapi yang perlu dicermati adalah, ini musim pertamanya di moto2. dan moto2 sekarang motornya hampir merata kekuatannya. Ada perbedaan memang, namun tidak selebar kelas motogp. Persaingan begitu ketat, namun ditiap seri, kematangan Mir begitu signifikan berkembang. Jika bukan seorang pembalap yang mempunyai ” sesuatu ” tidak mungkin bisa melakukan.

Di seri sachsenring, Mir nampak membalap dengan dirinya sendiri. Doi susah diprovokasi untuk melakukan sesuatu yang melebihi batasnya. Doi berkendara sesuai keyakinan dan analisa sepanjang free practice, kualifikasi, dan gaya membalap lawannya saat itu. Jika Mir menyalip bukan karena dia ingin menyalip, tapi dari perhitungannya, lawannya memang bisa disalip sesuai kemampuan motornya.

Saat doi memimpin balapan di 2/4 balapan awal, kemudian doi disalip lagi oleh brad binder, doi tidak begitu terprovokasi, tapi membalap sesuai simulasi balapnya. Ketika Mir bisa mencatatkan waktu lebih cepat dari Binder, namun membawa konsekuensi ban melebihi batas kemampuan, doi menurunkan kecepatannya sambil bertahan dari serangan Marini adik Rossi.

Begitulah gaya balap Mir…. analisa dulu, baru speeding di akhir balapan…. dengan batas kemampuan motornya. Makanya sangat jarang Mir mengulang Crash yang sudah dia lakukan. Meminimalisir kesalahan, sambil menganalisa kemampuan motor dan lawannya. Akhirnya bisa menjadi runner up di sachsenring. Jangan melihat ” hanya ” runner up, tapi lihat bagaimana capaian motor marc VDS yang dikendarai oleh seniornya Alex Marquez? doi yang lebih berpengalaman… peringkat 13……..

Yang dibutuhkan adalah lomba-lomba berikutnya, dimana pengalaman akan terus bertambah. Dan yang penting, ada di tangan yang tepat untuk membimbingnya. Karena seorang jenius biasanya mudah bosan.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum