Inilah Alasan Kenapa Leasing Suzuki Lebih Ketat

suzuki

Yola dulur dulu budiman… Banyak curhatan ke ngademin tentang pengalaman bagaimana ketatnya membeli motor suzuki melalui pembelian kredit. Tidak seperti motor merk lain dimana prosedurnya lebih mudah ( ngademin ngga tahu ). Kebetulan ngademin 78deka.com barusan ngobrol dengan pihak suzuki finance. Mari kita bahas kenapa kok leasing suzuki lebih ketat.

Sebenarnya para sales dealer atau pihak leasing senang-senang saja jika ada konsumen membeli motor suzuki melalui jalur kredit. Mereka juga dibebani target konsumen tiap bulannya. Namun sistem dan parameter debitur yang akan di acc, suzuki finance punya aturan sendiri.

Aturan inilah yang membuat image konsumen bahwa kredit motor suzuki itu susah. Bahkan ada yang sampai teriak-teriak : Sudah jualannya sedikit, mau kredit aja disusahin!!! Bagaimana mau laris jualannya?!!!.

Menurut teman di suzuki finance, syarat di SF “nampak” ketat jika calon debiturnya dalam posisi abu-abu. Seperti tempat tinggal tidak jelas( numpang), sumber penghasilan kurang meyakinkan, atau pernah bermasalah dengan finance sebelumnya. Di syarat-syarat inilah suzuki finance nampak lebih ketat….”nampak” saja sebenarnya. Kenapa? jika calon krediturnya semua identitas jelas, maka sama mudahnya dengan leasing lain untuk mendapatkan acc.

Ada urat utama, kenapa suzuki finance ( SF ) nampak ketat bagi konsumen abu-abu. Yang pertama SF itu lembaga pendanaan khusus suzuki, atau milik suzuki sendiri. SF bukan pihak ketiga ketika konsumen membeli motor suzuki. Mudahnya, yang mau ngutangin elu beli motor suzuki itu pihak suzuki sendiri. Bukan pihak ketiga seperti leasing pada umumnya, seperti adi**, wo*, fi*, dan lain-lainnya. Jika ada kreditur bermasalah, suzuki sendiri yang menangani, berbeda dengan ahm atau yamaha yang punya hubungan dengan pihak ketiga… itu sudah urusan perusahaan leasing masing-masing. Mereka sudah beli motor secara cash ke dieler. Sedangkan di suzuki, pihak leasingnya ya sama aja, satu kantong di suzuki, meskipun SF bayar cash ke diler.

Makanya di SF, prediksi kelancaran debitur nampak ketat, karena mereka sendiri yang akan menanggung jika debitur bermasalah. Makanya syarat utama bagi para sales SF adalah prospek keamanan debitur. Di sini debitur abu-abu menjadi lebih susah untuk mendapatkan pendanaan. Apalagi dengan adanya DP murah 300 ribu .  Ini benar-benar perlu penelitian lebih tentang prospek keamanan debitur. Berbeda jika anda mengajukan kredit dengan DP aman, yaitu 25% dari harga motor, maka akan lebih mudah mendapatkan persetujuan. Lha bagaimana dengan program DP 0 rupiah merk lain? Dari penuturan pihak SF, itu adalah strategi saja, sebenarnya DP 0 itu ya menjadikan cicilan pertama sebagai DP. Makanya DP 0% mensyaratkan cicilan dimuka.

Jadi, sebenarnya pihak diler sendiri ingin jualan motor suzuki kencang, namun karena leasing milik sendiri, maka calon debitur seperti merasakan kesulitan lebih daripada mengambil motor lain. Suzuki lebih mengutamakan kelancaran dan keamanan kreditur daripada membabi-buta soal kuantitas konsumen, namun persentase baddebt atau macet tinggi.

Mungkin butuh formulasi baru tentang sinkronisasi antara SF dan bagian sales motor untuk mencari jalan yang terbaik. pengin gampang ya beli cash….. namanya mau ngutang ya pasti lebih ribet, apalagi ngutang sama yang bikin motor sendiri…. :mrgreen:  :mrgreen: .

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil