Ini Yang Harus Suzuki Adakan Di Barisan Metiknya

suzuki

Yola dulur yang budiman…. yang namanya pabrikan minta masukan dari beberapa kalangan, termasuk media untuk pengembangan motor produksinya nanti adalah wajar, bahkan ngadimin sendiri sangat setuju dengan hal tersebut, sehingga konsumen tidak merasa didikte soal produk motor yang akan dibeli. Meskipun tidak akan 100% masukan dipakai, karena bagaimanapun pabrikan punya idealisme sendiri, namun itu sudah sangat bagus niatannya.

Termasuk pabrikan suzuki, dimana produk motor metiknya seperti enggan mengikuti capaian penjualan duo kompatriot jepangnya, yamaha dan honda. Padahal kalau dulur sekalian mengendarai metik suzuki, fine-fine saja, ngga ada yang salah, dan dibeberapa faktor justru punya keunggulan menonjol dibanding metik merk lainnya. Tapi kenapa metiknya suzuki seperti opsi ke sekian oleh sebagian besar publik motor? tentu ada yang kurang bisa diterima di metik suzuki.

Abaikan keluhan soal jaringan distribusi yang paling sedikit. Kalau cuma ngeluhin hal tersebut, kapan bisa move on. Kuantitas diler itu mengikuti kuantitas penjualan, jika produknya menarik, tentu banyak yang ingin beli, investor lokal tertarik untuk membuka diler di daerahnya. Soal harga seken jatuh? Itu juga berkorelasi dengan daya tarik produk yang membuat publik banyak yang ingin beli. Tentu masih ingat dengan harga seken suzuki satria saat ayago satu ini merajai pasaran. Apakah harga sekennya jatuh? NO…. harga seken motor suzuki ini sangatlah bagus. Jadi, cipok saja mulutnya jika bilang harga seken itu tergantung merk motor….. yang bener, tergantung ketertarikan publik terhadap suatu jenis motor.

Lebih baik fokus memperbaiki produk metiknya agar menarik sebagian besar publik motor. Walaupun nantinya ditakut-takuti dengan kuantitas diler dan harga seken jatuh, selama punya daya tarik lebih tentu tidak akan terbendung. Ibarat kata, di kampung sebelah yang lewat jalan angker ada janda kinyis-kinyis yang open house tiap malam jumat… walaupun takut hantu…. nekat saja datang ke rumahnya… ya to??? :mrgreen: :mrgreen: .

gulf oil

Dari pengamatan ngadimin, tidak ada yang salah dengan sektor mesin, kualitas?…. its good…. sektor desain, sudah mulai mengikuti trend populis walau “kekeraskepalaan” suzuki masih kental…ini bisa mengalir dari waktu-ke waktu lah. Soal harga metiknya? wow…. paling bawah harganya sekarang. Terus apa yang masih kurang? Well… nggak usah jauh-jauh….. Fitur….. dan sistem stater

Soal fitur, metik suzuki bukannya selalu ketinggalan atau minim inovasi tehnologi. Side stand switch pernah ada, parking lockbrake ada, bagasi luas sebelum booming suzuki pernah ngadain, lampu rem led udah jadul ada, buka jok dari kunci kontak, sejak 2008 ada, Cukup itu saja fitur yang benar-benar banyak terpakai, selain fitur-fitur printilan lainnya.

Masalahnya suzuki itu sering salah timing pengadaan tehnologi motor. Saat yang lain belum berani, suzuki sudah ngasih, tapi saat ramai dipakai malah ditinggal alias nggak disematkan lagi. Hal ini membuat kean bahwa fitur di metik suzuki seperti tidak ada standar bakunya, asal desainer seneng aja.

Jika ada yang bilang metik suzuki itu nggak perlu fitur macem-macem, yang penting harga paling murah maka dijamin akan laku…. Itu namanya¬†“NJLONTRONGIN”.¬†Pasar metik itu pembelinya silau oleh adanya fitur. Entah fiturnya nanti sering kepakai atau nggak itu urusan lain, yang penting gaya, bisa pamerin ke orang lain. yang penting ada dulu, bisa kepakai atau nggak, yang penting fiturnya ada. Seleksi fitur mana yang paling pas untuk disematkan dimetiknya, suzuki seharusnya jeli, jika tidk mau perang fitur, bukannya malah sunat sana-sini fiturnya biar bisa untuk menekan harga.

ilustrasi

Ada hal sepele lainnya, yang walaupun sepele, namun impactnya cukup terasa di publik motor. Disaat yang lainnya ramai-ramai bikin stater senyap, suzuki malah balik ke stater ala bletakdor….. Walaupun secara fungsi tidak ada gangguan, tapi soal estetika lain perkara. Publik jadi tengsin mendengar suara stater bletaaakkkk…… Walaupun bukan stater non dinamo, minimal bikinlah sistem stater konvensional tapi suaranya halus…. seperti metik-metik sebelah. Jika suara stater nyaring di motor sport tredengar macho, justru di metik kebalikannya…. yang keren yang bersuara halus.

Itu dulu kritik dan masukan dari ngadimin untuk metik-metik suzuki. Jika dulur punya opini lain, silahkan share di kolom komentar.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum