Iannone : Jika Hanya 15 Lap, Yamaha Pun Bisa Menang, Kita Sama Saja

Yola dulur yang budiman…Sangat menarik mengikuti tulisan-tulisan manuel Pecino. Maklum dia punya kases langsung ke pembalap motogp. Salah satunya mengungkap fenomena balap motogp dari seorang Andrea Iannone. Khas Italiano yang suka blak-blakan, namun tetap bisa menjaga statment walaupun terasa ” pahit “. Berikut ini nukilan tulisan manuel pecino yang ngademin terjemahkan dalam tulisan blog .

Secara Jeli Manuel Pecino bisa melihat bahwa seorang Iannone adalah ” the real Motogp Rider ” Dia adalah tipikal pembalap yang sangat cepat, apapun motornya. Bisa dilihat dari track recordnya sejak moto2. Dia pulalah yang memenangkan pertama kali ducati era Dall ‘igna. Dia pulalah yang mampu bertahan terhadap agresivitas pembalap spanyol seperti marquez di moto2. Perlu bukti sahih lagi? DIa pulalah satu-satunya pembalap motogp musim ini yang selalu masuk Qualifikasi 2, tidak pernah terjebak di Q1… even marquezpun pernah Q1. Menandakan Iannone bisa melaju sangat cepat….

salah satu sisi yang dia sesali adalah soal kepindahannya dari suzuki ke aprilia musim depan. Tepatnya Sedih. Dia merasa, potensi suzuki untuk menjadi motor top bike terbuka lebar. Dia mulai mengerti motor suzuki, dan arah mana yang akan dituju agar menjadi motor yang lebih kencang.

 ” I’ve always been sure that I’m a fast rider. I consider myself a very fast rider, even though I can’t squeeze 100% of the potential in this current a situation.

The way I see it, I’m missing … I need to not leave Suzuki! In my opinion many things would be different. The fact I’m leaving Suzuki at the end of the season makes everything more complicated. I think this always hurts.”

Iannone juga mengomentari gaya balap motogp sekarang, Dimana urusan perkawinan ban dengan motor adalah hal yang sangat penting. Semua motor pabrikan bisa sama cepatnya, namun hanya honda dan ducati yang lebih bisa mempertahankan ban sampai akhir. Bicara strategi, sekarang bukannya bicara kapan menyerang kapan bertahan, namun soal elektronik, setting, dan bagaimana ban bisa bertahan sampai akhir. Dan di kondisi ini, honda dan ducati adalah pabrikan yang mampu mengulik sektor elektronik, sehingga keganasan mesin bisa seimbang dengan ban michelin.

gulf oil

Balapan motogp sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan dulu. Sekarang bagaimana pembalap bisa melakukan akselerasi terbaik, mengerem terbaik, dan berkendara secara terbaik. Seorang iannone mau tidak mau harus mempush dari awal, karena motornya masih kurang kencang, dan motor suzuki masih mampu seimbang dengan motor lain. Namun ketika akhir balapan, 8, 7 lap terakhir motor lain masih mampu mengembangkan kecepatan, motor suzuki sudah harus berkompromi dengan ban.

” They, Ducati and Honda, with six or seven final laps decided to change the pace, go faster, and that’s when they put those five or six seconds between us. From five laps from the end to the end we were massacred … What strategy can you do with this situation?! Me-from the first lap to the last I always go slower … But it’s the same with Alex too. The others made their fastest lap in Brno on the last lap; in Austria it was the same. And what can I do? 

They have more of everything, they have more advantages. They work better with the tires, they work better with the electronics. Strategy, strategy … A rider today, in MotoGP, what can he do?! Brake the best you can, accelerate as best you can, ride the best you know how… The strategy is created in the box; the strategy is the electronics that you have on the bike that manages everything: acceleration, wheelie, tire consumption, sliding. I’m not the one who should make the strategy, do you understand? It’s the software that has to be smarter. Now you’ll say: “the software is the same for everyone”. Yes, but there are some who make it work better than others. “

Dan motor pabrikan yang tersiksa dengan kekuatan ban michelin bukan hanya suzuki, yamaha lebih parah lagi. Apakah karena mesin 4 inline lebih lemah? TIDAK kata iannone, ini soal kombinasi motor dengan ban, dimana elektronik berperan penting. Bahkan jika balapan hanya 15 lap, motor yamahapun bisa menang, karena kondisi ban masih baik.

” Do you think that the Yamaha is not a fast motorcycle? Let’s do a race with five laps: all the bikes today are competitive with five laps; even I can win, probably more than the others. But the races don’t last five laps … If you do a 15 lap race, the Yamaha can win. The problem is after those 15 laps, what happens later. The same thing happens to us. Halfway to the end, what do we do? Now you go and explain what I just told you to the person who said that about my race strategy. ”

Kondisi ban inilah yang membuat para pembalap yamaha dan suzuki seperti memakan buah simalakama. Ngepush motor dari awal agar tidak jauh dari rombongan terdepan, maka ban tidak tahan sampai akhir balapan. Menjaga kecepatan untuk menyimpan kompound ban, maka diakhir balapan sudah jauh tertinggal dan susah mengejarnya.

Apakah sektor elektronis dan ban ini akan boisa dipecahkan musim depan oleh suzuki dan yamaha? Yah kudu sowan khusus ke magneti mareli dan michelin seperti yang kemarin kejadian mungkin…. :mrgreen:  :mrgreen: .

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum