HRC Pakai Swingarm Winglet Ala Ducati, Telan Ludah? Tentu Tidak!

suzuki

Yola dulur yang budiman… Ngeblog lagi…. Kebetulan kemarin nonton FP1 motogp COTA amerika. Ada hal yang menarik, yaitu motor team HRC memakai swingarm winglet ala ducati. Apakah ini tanda mereka menelan ludah sendiri? Woooo… Tentu tidak… Ini opini ngademin.

Dianggap menelan ludah sendiri karena HRC termasuk team yang memprotes penggunaan komponen swingarm tersebut. Sudah ikut protes, tapi kok sekarang ikutan memakai? Jika anda berhenti di logika seperti ini, maka dulur hanya mengikuti sebagian alur, dan anda terjebak oleh opini yang dibuat.

Kita harus tahu awal cerita secara runtut. Awalnya ducati memasang part swingarm ini dengan alasan untuk mendinginkan ban saat FP seri perdana. Melihat kejadian ini team aprilia yang sebelumnya mengajukan permintaan part swingarm serupa ditolak oleh direktur tehnis motogp… Si Danny Aldridge…. Alasannya part tambahan ini merupakan part aerodinamika tambahan di swingarm… Dilarang.

Kemudian bersama dengan team KTM, suzuki, honda, aprilia melayangkan protes resmi. Bahkan manajer suzuki, boss brivio datang langsung ke paddock ducati, agar tidak memakainya saat balapan. Namun ducati membandel karena part disetujui Aldrige…. Alasannya untuk mendinginkan ban agar tidak cepat aus…. Padahal team lain tahu… Mendinginkan ban dengan jalan menekan downforce ban belakang… Ini aerodinamika…. Ada ambiguitas aturan dari direktur tehnis motogp….. Makanya mereka protes resmi. Bukan soal ducati, tapi legalitas part tersebut…. secara aprilia dulu ditolak dengan komponen yang sama. Bahkan sampai banding.

Tapi entah kenapa… Sampai tingkat bandingpun protes mereka ditolak. Dari pengadilan terakhir, dinyatakan bahka part swingarm ducati dianggap sah. Padahal aturan motogp menyatakan bahwa komponen aerodinamika dibatasi untuk mencegah riset tak terbatas dan membutuhkan biaya mahal. Part aerodinamika boleh dipakai satu musim hanya 1 jenis terletak di bodi/ fairing.

Dengan digugurkannya protes resmi tersebut. Ducati boleh melanjutkan memakai part tersebut, dan semua hasil balapan sebelumnya dinyatakan sah. Ini juga berarti Part swingarm winglet adalah sah dipakai. Atau part tersebut legal… Jadi semua team boleh memakai part serupa. Jadi, apapun konklusi tiap team motogp memandang legalitas part tersebut percumah….. Legal adalah legal… Ini aturan motogp… Meskipun dari sudut pandang ngademin tetap : ambiguitas drama sinetron motogp. Motogp penuh intrik diluar balapan disirkuit…. Kepentingan antar team secara politik itu ada.

Jadi masalahnya tidak sekedar telan ludah sendiri atau tidak…. Legal is legal…. Legal berarti boleh, sah. Jika ada team protes yang memakai part yang sama, itu bukan telan ludah… Tapi memanfaatkan aturan yang sah… Dan dari awal memang itu kok yang dipermasalahkan… Legalitas part. Awalnya mereka mengira itu ilegal… Tapi setelah pengadilan banding dinyatakan legal. Jadi ya wajar dan sah mereka ikutan memakai.

Sekali lagi ini adalah fakta bahwa motogp bukan sekedar balapan di sirkuit. Ada intrik politik, ada kepentingan antar team, dan drama sinetron. Tentu dulur ingat drama sepang 2015, drama argentina musim lalu, drama philip island 2015, drama perubahan aturan rookie… Semua mengarah ke drama dan intrik kepentingan.

Bagaimanapun motogp adalah sebuah bisnis… Bukan sekedar siapa memang siapa dibelakangnya saat menyentuh garis finish.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*