Great GSX-150 Performance, Comes Great Responsibility

suzuki

Yola dulur yang budiman….. beberapa waktu ini, di grup medsos mulai marak pengguna motor suzuki gsx150, baik tipe R atau S yang mengalami kecelakaan. Yang namanya kecelakaan di jalan, tentu semua juga tidak ingin mengalaminya. Bisa jadi itu sebuah musibah, atau kelalaian pengguna jalan. Bagi pengguna gsx series seperti ngadimin, tentu sudah mahfum…. tapi ini juga menjadi ladang manis para lambe jaran yang mempunyai prioritas menjatuhkan nama pabrikan yang tidak dia dukung. Pada dasarnya performa gsx series yang besar itu mendatangkan great resposibility.

Bagi para khalayak umum yang belum pernah mengendarai suzuki gsx150 baik yang R atau yang S tentu akan bertanya. Kenapa kok mulai banyak kecelakaan yang melibatkan motor GSX150? Apakah ini motor yang berbahaya? Buat kaum lambe jaran tentu akan dijawab : Jelas…. ini motor berbahaya, membuat ridernya tidak bisa mengendarai dan mengontrol secara benar sehingga kecelakaan. Well…. apakah mereka lupa bahwa metik 110 cc saja bisa jadi mesin pembunuh massal di negeri ini? Apalagi sebuah GSX-R/S 150.

Sebagai pengguna motor ini, ngadimin tentu sudah mengenal lumayan tentang performa motor keluaran suzuki ini. Dengan bekal mesin 150 cc overbore yang bisa teriak sampai 13.000 rpm, desain bodi yang cukup bagus membelah angin, bodi slim ringan, gsxr150 memang sangat mudah mencapai kecepatan diatas 100 km/jam. Bahkan saat kecepatan tinggi, motor ini tidak begitu terasa kencang, tahu-tahu sudah 115 km. Tangan terasa gatal ingin membetot gas lagi, pengin mencapai topspeed setinggi mungkin.

Bagimana dengan handling motor? sejauh ini sangat agile atau lincah untuk diajak menikung-nikung kecepatan tinggi. Hal ini karena bodinya yang sangat ringan, sasis kecil namun kuat dan kompak menjadi kuncinya. Tinggal keberanian dan skill tehnik yang berpengaruh untuk mengendalikan si kuda besi 19,1 ps on crank ini. Saat rpm diatas 8000, bukannya power berkurang, tapi justru seperti ada jambakan tambahan sampai rpm 11.000. Inilah yang memancing rider gsx-r150 untuk selalu mencari sensasi rpm tinggi.

Di situlah masalahnya, godaan bermain rpm tinggi dan kencang membuat rider yang kurang berpikiran dewasa menjadi terpancing emosinya untuk betot gas lebih dalam. Pengin ngebut dan lebih kencang lagi itulah yang memancing terjadinya kecelakaan. Perlu emosi yang stabil saat berkendara gsxr/s150. Perlu ketenangan pikiran saat mengendarai motor dengan performa yang tinggi. Jika terpancing emosi, bisa mengundang kecelakaan.

Apakah itu semua salah motornya? Well…. ini baru kelas 150 cc, belum 250, 600, 1000 cc…… Semua tergantung siapa man behind the gun. Jangankan sebuah pistol atau senapan, pisau dapur saja bisa menjadi mesin pembunuh di tangan yang salah.

So….. gsx150 hanyalah sebuah motor 150 cc yang punya karakter intimidatif di rpm tinggi, pergunaan secara bijak dan harus dengan emosi yang stabil. kapan ngebut, kapan menggunakan selayaknya motor kommuter biasa. Jalan raya adalah infrastruktur dimana penggunanya diikat oleh aturan yang sudah ditetapkan. Kita wajib mentaati itu, jika melanggar, maka siap-siap dengan konsekuensi dan resiko yang dihadapi. Di jalan umum kita juga melibatkan keselamatan pengendara lain. Tidak perlu sebuah GSX150, cukup dengan metik atau bebek 100 cc saja sudah bisa bikin orang lain celaka.

Keep safety Riding

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

7 Komentar

  1. Rpm bawah jinak bagai kucing, rpm atas ganas bagai macan.
    Tinggal kesiapan yg bawa, levelnya pawang kucing atau sdh pawang macan. Yang parah adalah ketika kita mengira macan sama dengan kucing.

  2. Yg srg saya jumpai dijalanan para rider dg motor yg cc nya lbh gede (150 keatas) suka ngebut, arogan
    Kdg motor dg cc lbh kecil diklakson suruh minggir, ngasih jalan
    Ya tp gk smuanya, cuma kebanyakan gitu…

  3. sama halnya saat awal motor 2 silinder produk sebelah..bnyk bgt kasus kecelakaan
    hal ini kemungkiunan dari user yg baru naik tingkat dr motor sblmnya jadi penasaran dengan performa maximal dr motor barunya..istilahnya biasa di sebut NORAK ..hihihi
    sy pun pernah mengalami hal tsb

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*