Gentlemen Agreement Big Four Of Japan…Apa Itu?

suzuki

Yola dulur…. istilah di atas terdengar keren dan keinggris-inggrisan ya? deka sendiri pertama membaca istilah itu dari media motor terkenal dari Inggris, MCN. Di lain sisi, banyak beredar dan terdengar di media internet baik blog-blog yang mengulas motor maupun komentar-komentar miring bahwa pabrikan jepang bermain jatah untuk segmentasi motor yang beredar di marih. Apakah betul dugaan itu? terus apa hubungannya dengan gentlemen agreement big 4 of japan tersebut? Yuk kita obrolin bareng-bareng….. pelan-pelan saja, karena mungkin ini hal yang sengitip.

gentlemen agreement

Awal duga sangka adanya pembagian jatah antar pabrkan motor jepang ini, deka yakin mereka simpulkan saat kejadian dimana saat yamaha menguasai pasar metik dengan mio-nya. Nah pada saat itu ahm atau sering dikenal dengan honda sedang menguasai segmen bebek dan sport batangan dengan megapro dan tigernya. Nah sekarang kondisinya berbeda, ahm unggul di metik, yamaha di sport. Para penduga pembagian jatah hanya melihat 2 case pabrikan besar itu.

Pertanyaan mendasarnya adalah bagaimana dengan 2 pabrikan lainnya? Suzuki dan Kawasaki? mereka kebagian jatah apa dong. Mungkin jawabannya adalah kawasaki dapat jatah di motor 2 tak dan kelas 250 cc ke atas. Suzuki dapat jatah di kelas ayago. Kalau pembagian seperti itu, jelas kalau deka di sisi kawasaki maupun suzuki ogah dengan pembagian jatah pasar seperti itu. Lha gimana? segmen-segmen itu sempit dan nilainya jauh lebih kecil….cuan-nya kurang gedhe…….

Lantas jika ada penggiliran jatah, misalkan sekarang kawasaki dan suzuki menduduki posisi ahm dan yamaha, apa mau merk sayap dan garputala ini ? Pertanyaannya simpel sekali, mau dikemanain karyawan yang jumlahnya buanyak di 2 pabrikan tersebut? phk massal? Nonsense lah kalau kek gitu. Terus berarti nggak ada gentlemen agreement dong diantara mereka? Weiitsss….. mari kita lanjut obrolannya.

Gentlemen agreement big four of japan ini, setelah deka baca dari media mcn, terus deka diskusikan dengan rekan yang memang pernah magang kerja di Jepang selama 4 tahun atau 5 tahun gitu… deka ngga hapal. Doi menerangkan budaya kompetisi ala pabrikan jepang saat menginvasi negara asing dengan produk mereka. Dalam case motor ini, diantara ke-4 pabrikan tidak dibatasi perolehan market mereka. Silahkan bersaing sesama merk jepang memperebutkan pangsa pasar yang ada. Semua hasil tergantung dari usaha masing-masing dalam menjalankan strategi mereka.

Bagi negara jepang, terserah siapa yang akan menjadi raja pasar, toh kantong sumbangannya tetap sama, negara Jepang. Persaingan bebas, silahkan berusaha semaksimal mungkin, gontok-gontokan semaksimal mungkin. Namun ada rambu yang harus mereka hormati, boleh saja ente gontok-gontokan, boleh saja ente jual produk di pasar dan segmen yang sama, di kelas yang sama, namun JANGAN JUAL PRODUK YANG SAMA PERSIS pendekatan produk kudu beda. Gampangnya gini, di kelas motor sport honda bisa jual crb 1000 r yg secara horse power  paling kecil, namun ente jual soal easy riding dan easy handlingnya, yamaha dengan R-1 jual agility dan rolling speeednya, Kawasaki ninja dengan powerfullnya, Suzuki  menjual gsxr dengan karakter racing di on street-nya.

fantastic four in japan

Contoh di atas hanya salah satu case di kelas premium big bike full sport. bagaimana dengan kelas-kelas lainnya? Coba dulur-dulur amati, pasti akan mirip-mirip case di atas. Nggak ada motor dengan jenis yang sama di antara ke-4 pabrikan jepang itu yang sama persis, pasti ada saja perbedaannya. Di pabrikan A menang nyaman, di B menang performa, di C menang desain, di D menang bandel. Di performa, yang satu  menang topspeed, yang dua menang torsi, di tiga menang power tapi bagong, di 4 unggul segalanya tapi desain memble……

Itulah tangkapan deka tentang gentlemen agreemen big 4 of japan. Kesepakatan yang harus dipegang penuh walau gontok-gontokan sampai nyaris mampus. Jika melanggar, maka rasa malu tinggi khas jepang akan mereka rasakan…. kecuali rasa jepang mereka suda luntur… misalkan saja secara pendanaan saham mayoritas dipegang oleh non jepang…. itu sudah beda cerita. Jadi buakan soal pembagian jatah pasar yang sebelumnya disangkakan bagi mereka…. Ini soal kesepakatan antar laki-laki.

Ini hanya sekedar obrolan, tentang benar tidaknya, hanya orang-orang jepang sendirilah yang tahu… bagaimana dengan dulur sekalian?

Bonus… Big In Japan… By Alphaville

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil