Geber Motor Redline Aman, Jika Rusak Mending Beli Metik

suzuki

Yola dulur yang budiman….kebetulan kemarin ngadimin diskusi dengan pengguna motor, murni riding buat hobby, termasuk speeding. Mainannya dari motor kecil sampai moge. Dsri sirkuit besar, kecil, sampai turing jalan umum. Salah satu yang kita bahas sekarang adalah soal geber motor. Jika motor ( sport ) anda diajak redline saja sudah rusak….yaelah…mending beli metik saja Bro….

Kalimatnya cukup sederhana, tapi alasan dibalik itu yang menarik kita bahas. Yang namanya motor sport itu ya dicari sensasi ridingnya, maksimalkan potensi keseluruhan motor buat senang-senang. Tapi sebelumnya kita batasi dulu dengan persyaratan… Motor standar default, oli mesin bagus, kondisi top perform, kondisi mungkinkan, aman buat pengendara lain.

Kenapa bicara default pabrik? Karena secara default motor sudah dihitung secara rinci oleh insinyur pembuatnya, mesin masih aman digeber di redline. Atau artinya sudah dihitung, walau redline masih ambang aman dari batas piston speed standar pabrikan untuk motor umum, yaitu 21 m/s. Beda cerita dengan mesin balap yang memakai bahan eksotik. Jadi seharusnya motor digeber sampai redline ya harusnya aman-aman saja….tidak akan rusak. Justru dengan redline, mesin bekerja maksimal, termasuk proses pembersihannya. Makanya ada istilah Italian Tunning, alias tune up dengan geber gaspoll.

mesin dohc

Lha jika kita geber motor redline, padahal semua syarat memenuhi, tapi kemudian terdengan suara aneh, mesin jadi malfungsi, kemudian rusak, perlu dipertanyakan tuh kualitas part mesinnya. Ini bukan berati mengajak kebut-kebutan atau selalu redline ya…. Tapi saat menggunakan motor, lakukan redline walau hanya sesaat. Tidak harus dalam kondisi topspeed, kan bisa dilakukan di gigi 1,2,3…..itupun tidak selalu harus. Yah…dalam sekali penggunakan lakukan redline sekali lah… Jika terlalu sering maka secara longterm used atau jangka panjang njang penggunaan bisa mengurangi masa pakai komponen mesin.

Untuk motor sport atau punya kopling mah gampang, karena shifting gear manual. Lha kalok metik? Ya itulah kenapa redline paling aman diaplikasikan dengan motor kopling manual. Beda cerita dengan metik, dimana redline hanya bisa dicapai saat topseed. Makanya judulnya, jika naik motor diajak redline motornya rusak, ya mending pakai metik saja yang jarang redline. Lagian fungsinya metik kan motor kommuter, bukan untuk speeding.

Jika redline ntar boros bro ? Yaelah….. Seberapa lama sih redline? Lagian jika anda masih pelit bbm, ya anda cocoknya pakek motor kommuter kek metik, jalan kalem, hemat bbm…..

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

9 Komentar

  1. iya sepertinya metik malah lebih gampang redline atau mendekati. soalnya top speed yag segitu2 aja apalagi metik cuma 100-125 cc. metik lari 100 kpj udah mentok, motor sport baru gigi 4 tuh kyknya. cuma klo metik sering redline itu ada kemungkinan puli cvt lebih cepat aus gak ya? kan udah dipinggir paling atas tuh

  2. klo si piksen mah sring bgt ampe redline. klo si ninin 2 tak jrg? kagok ma superkips nya. tpi klo jrg rpm tinggi kips jdi macet.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*