Ga Usah Nyalahin Pihak Lain, Sembuhin Idiotmu Dulu

suzuki

wp-1468147765003.jpg

Yola dulur yang budiman….judul tulisan mungkin sedikit frontal, namun itulah kenyataannya publik pengguna jalan kita. Deka bilang idiot karena merugikan kepentingan orang banyak, dan membahayakan keselamatan orang lain. Bahkan orang yang berusaha benar bisa jadi korban keidiotan mereka. Ini deka alami saat perjalanan mudik dan balik lebaran ini. Disisi lain banyak yang menghujat pihak lain karena kemacetan parah yang terjadi, khususnya saat mudik kemarin.

Yang namanya mudik, tentu akan mengalami yang namanya traffic jam…. Macet. Hal ini terjadi karena massivenya kendaraan yang mengarah ke tujuan yang sama. Kendaraan yang kesehariannya berekosistem di jabodetabek, plus kota besar lainnya, migrasi ke luar kota, ke daerah masing-masing. Tentu di sebuah simpangan atau penyempitan jalan akan mengalami penumpukan. Seperti halnya aliran air irigasi yang bertemu di pintu pengaturan debit air. Kalau saja teratur, maka akan terurai dengan sendirinya walau memakan waktu.

Ini juga deka alami sendiri di persimpangan wangon, walaupun dari kota majenang lancar sampai daerah lumbir, namun karena banyaknya volume kendaraan, maka yang ngantri melintasi persimpangan lampu merah wangon bisa mencapai 5 km an dan memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Sebenarnya bisa dilalui lebih cepat, tapi banyak oknum idiot yang memperlama kemacetan.

Saat banyak kendaraan ngantri, para idioter memilih slonong boy baik lewat pinggir jalan atau melalui jalur kanan . Awalnya sih hanya segelintir pelaku, namun yang namanya ketidakdisiplinan dan mementingkan diri sendiri itu seperti penyakit yang gampang menular, contagious disease. Melihat temannya lenggang kangkung sedangkan dirinya lama ngantri. Akhirnya ketidaktertiban outbreak, menyebar banyak yang ngikut, kemacetan yang harusnya terurai 1 jam, bisa molor lebih dari 2 jam.

gulf oil
Macet tapi antri di jerman
Macet tapi antri di jerman

Kalau yang slonongboy sebelah kiri atau dipinggir jalan mungkin masih dianggap idiot karena hanya merugikan kendaraan pengantri. Namun yang slonong boy dari sebelah kanan yang memakan jalur berlawanan itu yang disebut bloody idiot. Selain ngerugiin pengantri, juga merugikan kendaraan yang berlawanan, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan. Mental idiot seperti ini tidak hanya kendaraan plat B, tapi juga plat daerah tersebut. Mu ngkin karena jarang macet, jadi saat macet mereka ngga siap mentalnya.

Setelah kelakuan idiot mereka, kemudian terjadi kemacetan panjang dan lama, kemudian berbondong-bondong nunjuk hidung pihak lain. Dan itulah yang terjadi di masyarakat kita, lebih enak nunjuk pihak lain saat ada masalah daripada introspeksi ke dalam. Budaya antri menjadi hal menakjubkan. Padahal itulah gambaran mental kita keseharian. Dari sudut pandang egois memang pelaku adalah orang yang pandai mengambil kesempatan. Namun jika sudah menyangkut kepentingan orang banyak dan merugikan pihak lain, itu namanya egosentris, stupid butthead  dumbass.

Bagaimana jika kita mengalami sendiri dan menghadapai orang-orang idiot tersebut di jalan? Lebih baik istiqomah dalam keteraturan dan antri. Deka jadi ingat nasehat seorang teman.”jangan ikutan melakukan hal idiot yang ngerugiin orang lain, percayalah….orang idiot di dunia ini sudah berkurang 1.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum