Fokus Suzuki Harus Di Metik ( Saran )

suzuki

Akhirnya semangat menulis muncul lagi. Setelah hibernasi beberapa bulan, ngademi. Ingin menyemangati pabrikan suzuki lagi. Sarannya sih… Suzuki harus fokus di segmen metik. Ada beberapa alasan yang mendasari menurut ngademin.

Saat mulai mencanangkan bangun tidur dengan proyek motor sport suzuki gsxr150, nama suzuki kembali menghangat. Tapi perlu dicatat ya… Itu bagi kalangan enthusias motor dan penggemar merk suzuki. Hanya sebatas itu. Bagaimana dengan respon publik awam? Sebagian kecil tahu, dan mendapatkan informasi.

Bagaimana dengan respon publik umum? Bagi mereka, momen ini dianggap bahwa ” Motor Suzuki ternyata masih ada “. Namun belum sampai ke taraf : Ah… mau beli motor suzuki ah…. Ini penilaian pribadi ngademin, melihat respon masyarakat sekitar tentang dunia permotoran. Dan menunjukkan bahwa PR suzuki masih sangat banyak.

Untuk memulainya, ngademin sarankan suzuki mulai fokus di segmen metik. Di segmen ini, suzuki bisa mulai menyebarkan virus suzukiphilia, membuat orang demen atau menyukai motor suzuki. Karena segmen metik sangat luas sekarang ini. Ibaratnya, 80% pasar motor memilih metik untuk dibeli. Jadi andaikan suzuki ingin mengambil pasar 10%, segmen metiklah yang terbuka lebar. Daripada kelas motor batangan/sport.

Di kelas metiklah pola pikir masyarakat terkumpul. Sebuah merk motor dianggap bagus ya di segmen metik. Ketika segmen metiknya bisa diterima, maka brand otomatis akan semakin kuat. Diterima dalam arti metiknya sampai dibeli dan menjadi opsi utama. Bukan sekedar jas jes jos di media. Dipuji di media, tapi tidak menyentuh ke ” Will Publik “. Karena problem utamanya disini. Di titik inilah yang perlu diselesaikan suzuki.

Pelajaran kecil bisa diambil dari pengalaman ngademin sendiri. Berkali-kali, suzuki NexII ngademin menjadi bahan pertanyaan orang awam. Lho… suzuki punya metik baru ya? ( Padahal sudah lebih dari 1,5 tahun dari awal peluncuran ). Wah desainnya bagus ya? Suzuki bisa bikin metik bagus bentuknya. Atau testimoni peminjam : Ternyata metik suzuki enak ya, NexII keliatan kecil, tapi pas dinaiki ternyata duduknya lebih tinggi dari mio atau beat. Lebih pede dikendarai.

Itu adalah sekelumit pelajaran, bagaimana respon positif publik. Namun ketika mereka kontak langsung, merasakan sendiri, melihat sendiri. Bukan digiring oleh opini media. Disini menunjukkan bahwa masalah opini merk suzuki ada di lapangan. Perlu penyelesaian versi lapangan juga. Dan itu butuh effort masive, dan berkelanjutan. Dan tentunya senjata ( kapital ) yang besar.

Berbeda dengan motor batangan, katakanlah suzuki GSXR150. Meskipun mulai diterima oleh publik, namun sangat kecil efeknya di penjualan. Karena segmennya yang mulai menipis. Belum lagi menghadapai popularitas tetangga, honda, yamaha. Makin susah bergeraklah penjualan nama suzuki.

Walaupun persaingannya sama, dan tantangannya lebih berat, namun kelas metik yang lebar memberikan kesempatan yang lebih baik. Sama-sama dapat pasar 10%, kelas sport dengan kelas metik jelas jauh lebih banyak kuantitasnya kelas metik. Dan tentu memberikan cuan, kesempatan bergerak, melebarkan sayap lebih besar lagi. Di segmen metiklah suzuki harus fokus untuk mengobati penyakit ” takut beli motor suzuki “.

Eh… denger-denger lagi nyiapin metik 125 cc lho…. 😁😁. Kita bahas nanti ya…. Pokoke Ganbate Suzuki!!!

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

Be the first to comment

Leave a Reply