Fix : Ini Alasan Iannone Tak Terpakai Oleh Suzuki, Persis Dengan Deka

Yola dulur yang budiman…Banyak yang bertanya, kenapa Andrea Iannone yang menanjak prestasinya di musim keduanya di suzuki tidak diperpanjang kontrak. Iannone memang pembalap cepat di motogp. Fisik juga oke… karakter ” Nackal ” seperti yang diharap oleh fans suzuki. Bahkan Iannone sendiri juga bingung kenapa kontraknya tak diperpanjang. Sekarang ketahuan, ini alasan kenapa Iannone tak terpakainya oelh suzuki, dan persis dengan apa yang deka sampaiakan berkali-kali.

Iannone Tinggalkan Suzuki….Nggak Heran….Inilah Penyebabnya

Bahkan ketika Ian menjadi runner up di phillip island kemari, dia berstatment keras ke media : ” Saya tetap tidak mengerti dengan keputusan suzuki untuk menggantikan saya . ” Ya…. Suzuki dengan berani mengganti pembalap sekelas Iannone dengan anak bau kencur asal spanyol yang musim ini belum pernah sekalipun menang di moto2, Joan Mir.

Joan Mir : Prodigy Tersembunyi, 2 Tahun Lagi Siap Menantang Pembalap Terbaik Motogp

Mendengar Iannone berstatment keras tentang kebijakan suzuki, Boss Brivio langsung mengundang Iannone dan menerangkan langsung kenapa dia tak terpakai di musim depan. ( Selama ini team memilih diam, agar iannone sendiri sadar sendiri kenapa dia tak terpakai, namun ternyata malah koar-koar ke media ). Brivio langsung straight to heart ke iannone, kenapa dia tak terpakai.

“When we decided to separate our ways, we talked to Andrea and gave him our reasons,” Brivio told Motorsport.com.

“It is a business strategy. When it comes to choosing riders, Suzuki looks for more than results. Other parameters are important, for example the image requirements. We explained that to him.”

Seperti yang sering ngademin katakan ( dari bocoran sih  :mrgreen:  :mrgreen:  ) bahwa menjadi pembalap suzuki itu bukan sekedar prestasinya, hasil balapannya. Namun attitude, keselarasan dengan visi team, dan benar-benar suka dengan suzuki, bukan sekedar gabung karena kontrak. Apalagi karena ditolak team lain. Dan yang paling penting, bisa merepresentasikan ” apa itu suzuki “, alias brand ambassador.

Jika dulur pernah atau sempat bertemu dengan Iannone di acara suzuki, maka dulur akan “ngeh” . Dulur akan merasakan perbedaan attitude antara Rins dengan Iannone.

Iannone tak menyadari pentingnya hal itu. Dan sampai pada keputusan untuk seorang brivio menerangkan ke media alasan team tak memakai Iannone lagi. Iannone memandang gabung team suzuki hanya sekedar dilihat dari prestasi. Saat dia merasa menang, dia mengungkit lagi hal tersebut. Untungnya Team cukup mengerti, dan memaklumi hal tersebut. Bahasa mudahnya ” dijarno ae lah…. “

Brivio feels Iannone’s comments were borne from frustration at having to leave Suzuki just as he is reaching a good level with the GSX-RR, with Phillip Island marking his fourth podium finish this year.

“He was disappointed because he couldn’t renew with us, and his words are just a matter of frustration,” Brivio added. “Those are words that are based on disillusionment.

“From now on, each one can choose the way he wants to express his feelings.”

Sekali lagi, inilah uniknya team suzuki. Balapan bukan sekedar balapan, team balap bukan sekedar team balap. Namun suzuki ingin membawa karakter suzuki dimanapun, termasuk di dunia balap… team suzuki adalah sebuah keluarga representasi dari hamamatsu, semua harus sejalan dan sevisi. Winner is just only winner, but the way to be a winner is more important.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil