Fitur Tehnologi Motor Sebagai Gimmick Atau Value?

suzuki

Yola dulur yang budiman….sudah wajar atau bahkan tuntutan kalok motor baru atau sebagai penerus motor sebelumnya saat diluncurkan diembel-embeli tehnologi, inovasi, fitur baru. Pro kontra jelas akan muncul sebagai reaksi publik motor. Ada yang bilang cumak gimmick, dan yang lainnya bilang memang value tambahan.

Istilah gimmick dikenal sebagai istilah bahwa produk tersebut hanya menawarkan pemanis jualan saja, biar nampak motornya lebih advance. Fitur yang disematkan tidak lebih hanya sebagai marketing tool, alat dagang biar produknya lebih menarik, sedangkan fungsi atau manfaatnya tidak terasa langsung.

Sedangkan value tambahan, jika fitur tersebut dirasa sangat bermanfaat sedikit bahkan secara signifikan. Fitur tehnologi yqng dibenamkan di motor bisa mampu menutupi kekurangan sebelumnya, atau bahkan meningkatkan fungsi produk tersebut dibandingkan produk lainnya.

Kalok deka sendiri mengartikan fitur tehnologi sebagai value tambahan jika fitur tersebut terasa manfaatnya, tanpa mengurangi sektor lain di produk tersebut. Taroklah sebuah motor digembar-gemborkan diberi tehnologi 2 lampu, sedangkan yqng laennya cumak 1 lampu. Kelihatannya yg 2 lampu memberikan value lebih, tapi ternyata di sisi lain bohlamnya dikasih yang downgrade, jadi gampang putus. Bukan value tambahan jadinya…..

Atau kasus yang lain, masih ambil contoh dual headlamp….. Memang pabrikan ngasih 2 lampu, tapi saat difungsikan tidak lebih baik dari yang 1 lampu, bahkan lebih buruk fungsionalitasnya…. Ini bukan value tambahan, tapi cumak gimmick. 2 lampu keliatan lebih value karena memberikan lebih kepada konsumen, tapi jas buka iket blangkon, sama saja…sami mawon sama yg 1 lampu…. Ini Gimmick namanya.

Beda cerita jika produsen memberikan 2 lampu, dan terbukti penerangan lebih baik, keawetan sama atau bahkan lebih dibandingkan yang yang 1 lampu. Atau misalnya produsen ngasih jok yang lebih empuk sebagai value tambahan, dan itu terasa menambah kenyamanan rider secara keseluruhan…. Ini namanya fitur sebagai value tambahan, bukan sebagai gimmick… Walau secara kasat mata tidak terlihat, namun terasa saat berfungsi.

Soal terasa manfaatnya atau tidak, jelas pemakai sendiri yang merasakannya. Bahkan saat placebo effect pun, jika pemakai merasa diuntungkan dengan hal ini, its fine-fine aja… Jadi memang sedikit subyektif soal value atau gimmick. Tinggal mayoritas lah yang jadi hakimnya, itu sebuah gimmick atau value tambahan.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

2 Komentar

  1. Misal dihadapkan pada 2motor yang harga sama, saya lebih suka motor yang minim fitur tapi durability mantap, material jempolan. Drpd motor banyak fitur tapi ringkih, mending mahal krn kualitas material dan durability drpd mahal karena fitur. Maklum tipikal orang yang pake motor sampe rusak. Tuh shogun kebo, t250, cb100 gelatik warisan bapak, kz200 pada sehat walafiat di rumah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*