Efek Pemakaian Busi Burgman Di Suzuki GSXR150

suzuki

Yola dulur yang budiman…. uji coba tePOK sesat kali ini adalah memakai busi yang peruntukannya untuk beda motor. bahan ujicobanya adalah si Gipsy Danger Suzuki GSXR150 milik ngademin sendiri. Busi yang dipakai sejatinya milik suzuki burgman, bagaimana efeknya?

Ide penggunaan busi burgman di gsxr150 ( all seri gsx150, dan satria 150 ) ada 2. yang pertama postingan masbro Eddy sugoi nol tujuh, dan statment hasil nguping dari tehnisi suzuki saat acara SBM nasional di sentul dahulu kala. waktu itu ngademin tidak paham dengan selentingan statment : Enakan busi non projected daripada projected di gsxr150…

Baru dari postingan tanpa keterangan mas eddy itulah ngademin memutuskan membeli sebuah busi milik suzuki burgman 200 untuk dibuat ajang ujicoba. Ternyata busi burgman 200 mempunyai kode CR8EK. Sedangkan kode busi GSXR150 atau seri gsxs, bandit 150 adalah MR8E. Ternyata sama-sama dari vendor NGK.

Dari beberapa literatur, kedua busi ini hanya mempunyai perbedaan di groundnya. milik burgman200 bertipe 2 elektroda ground dengan gap intermitten ( EK ). Sedangkan milik gsx150 series dengan kode MR8E mempunyai elektroda ground konvensional. Perbedaaan lainnya, yang gsx 150 mempunyai insulator elektroda berbentuk bantam ( MR ), sedangkan burgman 200 tipe non projected ( CR ). Sedangkan heatrange nya sama-sama 8. Gap busi gsxr150 0,9 mm, sedangkan burgman 200 tipe intermiten.

kiri busi burgman 200, kanan gsxr150

Namun secara gampangnya, secara fisik ternyata sama plek ukuran panjangdan diameternya. Sehingga PNP ketika busi burgman 200 dipasang di GSX150 series. Oh iya….. harganya termasuk mahal untuk ukuran busi bawaan pabrik, yaitu 100an ribu rupiah untuk busi burgman 200. Wajar…. motornya saja harganya 60an juta rupiah.

Bagaimana efeknya? ketika sukses terisntal di gsx150, ketika pertama kali mesin dinyalakan ada perbedaan dari segi suara knalpot…. suaranya lebih ngebass adem. Dan ketika dibleyer-bleyer posisi netral, tidak ada gejala mbrebet… rpm naik mulus lancar sesuai putaran gas.

Kini uji tes jalan…. ketika dites jalan, efeknya adalah tarikan lebih enteng, power seperti padat di semua rentang rpm sampai terkena limitter di 13.000. Dan terasa getaran di setang berkurang. Padahal BBM yang digunakan oleh ngademin adalah jenis pertalite campur oli samping 😀 .

Missing link di motor ngademin yang merasakan adanya getaran di setang di range rpm 7000-13.000 berkurang sekali dengan penggunaan busi burgman 200. Entah bagaimana menerangkannya, namun itulah yang terjadi.

Namun ini juga hasil komplikasi racun sesat yang sudah dipakai oleh gipsy danger. Dari mulai filter udara racing stainless, penambahan oli samping di bbm pertalite, pemasangan water inject, kabel sesat, dan pemasangan 2 buah ferrit di kabel busi. Apakah racun-racun itu menambah efek, ngademin kurang tahu. namun yang jelas ngademin suka dengan karakter gsxr150 sekarang. tarikan awalnya galak.

Itulah testimoni penggunaan sehari busi burgman 200 di suzuki gsxr150. Untuk konsumsi bbm, jujur tidak dihitung, bahkan tak peduli…. Sudah terbayar dengan respon mesin yang adem, padet berisi di rpm atas, galak di rpm bawah…. padahal bbm hanya pertalite….. 😀 😀

Bagi yang kepingin mencoba, sekali lagi…. Take Your Own Risk…. karena ujicoba ini baru dalam jangka waktu singkat…. kapan-kapan direview bentuk dan warna businya seperti apa sebagai gambaran.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*