Dynotest Sonic VS Satria FI USR, Kala Jin Mencoba Bikin Kesurupan

suzuki

Yola dulur yang budiman….. mengikuti gonjang-ganjing uji test sonic fi vs satria fi ala ultraspeed yang beredar di media, deka ngikik ora uwis-uwis. Bukan soal hasil, bukan soal alat, bukan soal keprofesionalan mereka. Tapi efek yang ditibulkan setelah data di sebar melalui media yang bikin gigi deka garing.

dyno-ultra-speed satra sonic

Ya… hasil uji dynotest milik USR memang tampil beda, gimana tidak? selama ini uji dyno yang sudah dilakukan oleh pihak-pihak lain menghasilkan angka bahwa satria FI unggul secara performance, baik torsi maupun powernya. Hal ini linier dengan data on papper pabrikan bahwa secara oncrank satria fi unggul secara signifikan dibandingkan sonic.

Uji di atas aspal juga sudah banyak dilakukan, dari test sirkuit oleh tester, atau uji jalan umum. Bahkan ditest sendiri oleh calon konsumen secara langsung, dan di lakukan di banyak tempat. Dan hasilnya sama saja….. linier dengan data on crank versi pabrikan masing-masing, satria menang dari sudut pandang performance.

Lha ini mak bedunduk muncul angka yang menunjukkan sonic unggul dibandingkan satria. Uji dyno versi ultraspeed menghasilkan angka sonic mendapatkan angka peak power 12.99whp@9300rpm peak torque 11.3Nm@6900rpm. Sedangkan satra fi mendapatkan score peak power 12.88whp@11.500rpm, dan Peak torque 9Nm@9100rpm.

dyno-ultra-speed-2

Geger lah dunia maya….. tapi bukan geger mengiyakan, sebagian besar geger mempertanyakan kebenaran uji tersebut. Alat uji dyno memang akan mengeluarkan angka yang berbeda-beda tiap alat. Karena angka yang keluar tergantung oleh banyak faktor. Namun kalau dua motor yang secara performance berbeda dan di uji di alat dyno manapun, kalau salah satunya lebih unggul maka di uji pakai alat dyno apapun akan menunjukkan hal yang sama, walau angkanya berbeda.

Lha ini kok menunjukkan kebalikannya? sudah angkanya berbeda, hasilnya juga berkebalikan dengan uji-uji yang lain? sonic unggul dibandingkan satria? yang jelas deka nggak akan bilang alat dyno-nya rusak. Percuma juga mempertanyakan kevalidan alat atau kepandaian para pelaku uji. Tapi apakah kita juga akan mempertanyakan kevalidan hasil uji sebelumnya yang banyak dilakukan baik di atas mesin dyno maupun uji di atas aspal secara langsung? dan itu jauh lebih nyata, karena sifatnya lebih masive, riil……. berjarak lebih dari 1 body bus luragung jaya.

dyno-ultraspeed2

Di lain kasus, masih ingatkah dengan korupsi pajak oleh Gayus? dia orang pandai baik menajemen ekonomi atau perpajakan. Alat komputer yang digunakan juga sama dengan yang lain. Tapi kenapa pajak yang diterima oleh negara berbeda kalau diaudit oleh Gayus? ilmu sama, mesin sama, tapi hasilnya beda…… Think again……

Semoga bermanfaat

Wassalamualakum

 

gulf oil