Dulu Ingin Jalan Rata, Sudah Mulus Malah Dibuat Tak Rata Lagi

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Kemarin itu ceritanya ngadimin diajak mencari makan siang oleh teman sekantor. Berboncengan menggunakan vario 125, kita melewati jalan raya yang membelah sebuah perumahan. Saat melewati polisi tidur, rekan berteriak : dulu merengek-rengek minta jalan rusak biar rata mulus….sekarang sudah diaspal mulus rata, malah dibuat nggak rata lagi…Logika terbalik ala Mbelung!!!!

Mendengar umpatan si rekan, ngadimin cuma tertawa ngikik. Well…soal polisi tidur ini sebenarnya walaupun soal sepele, tapi bener-bener kompleks. Di lain sisi sebagai alat pengaman dan kontrol kecepatan. Tapi di lain sisi, menjadi pengganggu kenyamanan berkendara.

Soal keamanan sih oke-oke saja…tapi yang jadi masalah jika hampir tiap rumah pasang polisi tidur di jalan depan rumah mereka. Bahkan bisa menjadi penyebab kecelakaan. Dan ini, office boy kantor ngadimin pernah mengalami sendiri. Jalan perumahan yang sebelumnya nggak dipasangi poldur, tiba-tiba ┬ádipasangi tanpa penunjuk yang jelas. Sedangkan gaya riding seperti biasa…akibatnya jumping dan ndlosorr…

gulf oil

Namun kita juga nggak bisa sepenuhnya menyalahkan warga. Ini mungkin hukuman sosial yang dibuat warga karena kita sebagai pengguna jalan umum tidak peka dan kurang empati terhadap yang lain. Sudah tahu lewat daerah padat penduduk tapi nggak mau mengurangi kecepatan. Ada tulisan himbauan jalan pelan dianggap angin lalu. Warga menghukum dengan memasang polisi tidur.

Kompleks memang soal perkara polisi tidur ini. Namun bukan berarti tak ada solusi. Mudah sebenarnya…mulailah dari diri sendiri untuk mengutamakan empati saat menggunakan jalan umum. Ingat jalan umum itu kita hanya numpang lewat. Bukan milik kita sendiri. Tumbuhkan rasa empati terhadap lingkungan sekitar. Taati himbauan warga. Itu saja dulu…..

Bagaimanapun sebenarnya pemasangan polisi tidur itu sudah ada ketentuannya. Bahkan polisi tidur juga diatur pembuatannya, ukurannya. Bukan seenak udelnya sendiri bikin polisi tidur, apalagi polisi tidur tipe laknat : nggak ada tanda-tanda, bentuknya kecil, tinggi bikin motor jumping. Pemasangan polisi tidur harus dikoordinasikan dengan aparat terkait.

Jika semua pihak refleksi diri dan saling berempati, maka logika kebalik ala mbelung tidak akan terjadi… Jaman dulu ingin jalan yang rata, sekarang jalan sudah rata malah dibuat tak rata…itu namanya kemunduran.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum