Duel Silverstone : Motor Modern VS Motor Tradisional

suzuki

Duel last corner Marquez vs Rins di seri silverstone kemarin masih menjadi bahasan hangat. Tidak hanya disini. Media sport luar negeri sampai saat ini masih saja membahas pernik-pernik duel tersebut. Dan memang spektakuler kok. Tapi kali ini kita tidak membahas sisi pembalapnya. Namun sisi motor, dan faktanya adalah duel antara motor modern vs tradisional…. Menarik? Hehehe

Untuk satu ini, ngademin tidak berani beropini pribadi. Karena sudah menyangkut hal-hal tehnis dan tehnologi. Meskipun dari dulu ngademin berasumsi motor RCV nya marquez itu punya sesuatu yang lebih dibandingkan motor lain. Ya… Topiknya memang tidak jauh dari situ. Dan ini ngademin peroleh dari media motorsportmagazine. Yang bertitel motor modern adalah honda RCV dan motor tradisional adalah suzuki GSXRR.

Berikut nukilan artikelnya :

This was a truly fascinating duel, because Márquez’s Honda RC213V and Rins’ Suzuki GSX-RR are totally different motorcycles. The RC213V is built for 21st-century racetracks: it’s a point-and-squirt bike, which allows Márquez to make time on the brakes and on acceleration; perfect for most MotoGP layouts. It doesn’t really do corner speed.

The GSX-RR is more of an old-school GP bike, making its time by flying through the corners, which is why it works so well at old-school tracks like Silverstone. It’s no coincidence that this is the only place where the GSX-RR has won twice.

Secara garis besar dikatakan motor marc dan rins itu sangat berbeda. RCV adalah motor yang dibuat untuk layout balap abad 21. Motornya membuat marquez bisa mengerem lebih lambat dan berakselerasi lebih cepat. Motor ini sempurna untuk  semua layout sirkuit. Kenapa? Karena tidak butuh corner speed. Apa itu corner speed? Secara mudahnya adalah momentum power hasil rolling ketika menikung yang digunakan untuk keluar tikungan. RcV tidak begitu butuh corner speed karena akselerasinya sudah mumpuni.

Sedangkan suzuki GSXRR merupakan motor balap tipe tradisonal, klasik, konservatif, oldschool. Mengandalkan  corner speed untuk menambah momentum akselerasi ketika keluar tikungan. Caranya meliuk di tikungan lebih cepat agar mempunyai momentun akselerasi saat keluar tikungan. Makanya sangat cocok di tikungan parabolik seperti tikungan akhir silverstone itu. Meskipun secara keseluruhan silverstone ternyata imbang bagi motor klasik dan modern. Rins unggul di sektor 1 dan 2, marquez unggul di sektor 3 dan 4. Hanya menyisakan tikungan parabolik akhir itu untuk motor klasik mendapatkan keuntungan.

Dengan karakter motor seperti itulah kenapa kok marquez dengan RCV begitu kuat hampir di seluruh sirkuit. Kalau ngga juara ya podium. Beda dengan yamaha, suzuki yang bisa unggul di sirkuit tipe klasik, namun tewas mengenaskan di sirkuit modern.

Lalu bagaimana dengan pembalap honda lainnya? Kok mengenaskan jika memang RCV itu motor modern… Ingat motor modern itu complicated, dan banyak menggunakan sistem elektronik dan gadget. Disini banyak tehnologi dan software yang berperan… Dan sangat terbuka lebar untuk dicustomized… Mungkin customized nya marquez yang paling dominanan. Mungkin lho ya…

Terus bagaimana dengan ducati? Well menurut ngademin, itu juga twrmasuk motor modern, hanya saja ada hal-hal yang punya confidencial tinggi yang membuat ducati belum menyamai raihan marquez dan RCV nya.

Apakah ini akan membuat motor klasik seperti suzuki dan yamaha tidak berdaya di balapan modern? Tergantung bagaimana mereka bisa membuat motornya mengkompensasi ( menabung ) keunggulan untuk memangkas kelemahan mereka di tikungan stop and go, patah-patah, dan track lurus. 

Namun yang jelas, motor tipe modern sangat membutuh riset dengan dana besar dan mahal karena menyangkut tegnologi elektronik, mesin. Berbeda dengan klasik, dimana pengembangan sasis yang mumpuni adalah basisnya, baru tehnologi bagian mesin plus eletronik. Itupun tidak bisa meninggalkan karakter dasar motor.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

 

Be the first to comment

Leave a Reply