DOHC VS SOHC Di Kelas 150 CC

suzuki

Yola dulur….berawal dari diskusi dengan dulur blogger Addiez. Ane tertarik mengangkatnya menjadi sebuah artikel tersendiri. Sebelumnya maaf ini adalah tulisan terlambat, gara-gara tadi malam dibikin sewot ama bandwidth internet xl yang bikin esmosi, akhirnya ane tinggal tidur, baru kali ini bisa update tulisan… 😀 .

Sebenarnya soal DOHC dan SOHC secara fungsi sudah ane singgung di artikel disini. Namun kali ini lebih spesifik di kelas 150 cc, dimana sebentar lagi bakalan terjadi duel klasik antara yamaha dengan R15 lawan Honda dengan CBR lokalnya. Kalo sekarang sih baru sekelas duel psywar…lha wong yang satu motornya belum ada. 😛 .

r15 vs cbr150

Dari kacamata deka, bicara DOHC itu bicara kitiran mesin RPM tinggi, katakanlah untuk motor harian diatas 11.000 rpm. Karena kembali ke esensi munculnya sistem dohc ini adalah untuk memenuhi kinerja 2 klep in dan 2 klep out saat mesin bekerja di rpm tinggi. Dengan membagi kerja ke 2 batang poros penggerak camshaft, maka mesin tidak kelimpungan untuk membuka tutup 4 klep per silinder tersebut….di rpm tinggi. Nah kapan penggunaan rpm tinggi ini…. umumnya saat balapan dan pada mesin dengan spek totally overbore dimana peak power di dapat di rpm tinggi, katakanlah di 10.000-12.000 rpm…..Terus apa manfaatnya dohc untuk mesin yang digunakan harian yang hanya menggunakan rpm menengah? ya harusnya keausan mesin lebih awet dibanding sohc, wong kerja buka tutup klep udah dibagi 2 poros., harusnya lho ya….

gulf oil

Kenapa ada ada pabrikan yang menggunakan spek SOHC? dari kacamata awam ane, pertimbangan utama pabrikan itu karena bicara mesin 150 cc harian, kemampuan mesin dibawah 20 dk, diatas itu jaminan mesin berumur pendek. Dan dari beberapa sumber, kelas 150 cc peak power bisa diraih sebelum rpm 10.000 untuk mempertimbangkan efisiensi bbm. Dengan cara bikin mesin karakter sedikit overstroke/ oversquare, diatas itu kenaikan sudah tidak begitu signifikan untuk motor harian, jadi cukup menggunakan sohc…toh udah 4 klep.

r15
r15

Terus ada yang bilang… dohc CBR kok keok ama dohc FXR di kelas 150 cc. Nah disini bicara efisiensi bbm, di FXR itu total motor performa untuk kelas 150cc, dimana perbandingan penambahan konsumsi bbm dibanding penambahan performa yang sudah tidak ekonomis sudah tidak dihiraukan lagi… yang penting performa top…. ora urus ama bensin dan emisi… 😀 . Sedangkan CBR masih mempertimbangkan emisi gas buang dan efisiensi.

fxr suzuki
fxr suzuki

So… kembali lagi ke selera asal… mau pilih motor untuk oprek balap, cari harian untuk mengejar efisiensi, atau totally performa bike… Mana yang paling unggul? terserah definisi sampeyan sendiri-sendiri…. toh “cuma” kelas 150 cc…Buat ane ini kelas untuk harian, yang penting irit, sparepart terjamin, perawatan mudah dan murah…..#sambil ngelus-ngelus sohc 2 klep 180 cc.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum