Diskusi Antar Insinyur Formula 1 Menyatakan Air Scoop Swing Arm Ducati Berefek Aerodinamis

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Saga perselisihan swing arm winglet atau air spoon, atau air scoop ducati terus berlanjut dan semakin sengit. Kini sambil menunggu keputusan penguji FIM, para insinyur F-1 atau formula 1 berdiskusi dan menyatakan bahwa komponen tambahan di swing arm ducati tersebut berefek aerodinamis.

Cikal bakal perseteruan komponen tambahan ini berasal dari awal tahun ini, dimana tehnical director motogp, Danny Aldridge membuka kesempatan ke semua team untuk menambahi komponen tambahan di swing arm meskipun balapan kering. Tahun kemarin yamaha memasang deflektor di swing arm, namun syaratnya boleh dipasang hanya saat kondisi hujan.

Kini diperbolehkan untuk balapan kering. Entah memang ada hubungannya dengan airscoop ducati atau tidak, namun kemudian ducati membawa airscoop swing arm tersebut dengan alasan berfungsi sebagai pendingin ban…. Bukan mengurangi drag alias menambah downforce… Ini sudah ranahnya aerodinamika… Dan pihak Motogp sudah melarang part aerodinamika tambahan.

Dari diskusi antar insinyur F-1, setelah menganalisa part ducati tersebut menyatakan bahwa airscoop tersebut ada efek downforce.

Seperti statment ex insinyur Ferrari F-1, Toni Cuquerella, yang kini menjabat sebagai tehnical enginering Formula E.

 “It’s obvious that Ducati’s winglet generates downforce. First of all, because any part that’s exposed the way that one is produces it, and it could even help reduce the bike’s drag.
“You have to keep in mind also that the effect it creates has a direct impact on the rear end. Since it’s attached to the swingarm, the airflow must not be passing though any other part of the bike.

Seorang insinyur pakar aerodinamika team F-1 asal Inggris McLaren yang tak mau disebut namanya juga sepakat dengan statment Cuquerella. Part tambahan di swing arm tersebut berefek anti drag atau menambah downforce, meskipun efeknya lebih lemah daripada winglet di bodi motor.

gulf oil

“It’s obvious that the device generates downforce. Probably less than the winglets on the fairing, but of course it generates downforce,” the British team’s engineer said.

Dalam kondisi seperti ini, seharusnya pihak FIM segera mengklarifikasi kondisi kekinian ( Seperti tuntutan suzuki ). Masalah ini muncul sebab adanya aturan kurang spesifik, dan bagaimana pihak FIM menulis aturan mereka.

Tak disangkal, bahwa team seperti ducati sangat pintar memanfaatkan kekosongan aturan. Mencari celah dari aturan yang dibuat, dengan alibi interpretasi, sehingga yang awalnya dilarang menjadi boleh.

Ducati beralasan bahwa yang dilarang adalah piranti tambahan yang berefek aerodinamis yang terpasang di fairing motor. Dan aturannya memang seperti itu. Ducati memanfaatkan aturan tambahan yang disampaikan Danny Aldridge : boleh memasang part tambahan di swing arm untuk dry race. Dan ducati melaporkan bahwa winglet/airscoop swingarm mereka berefek mendinginkan ban, menyatakan bahwa tidak ada efek aerodinamis sehingga diloloskan.

Dan dari diakusi antar insinyur F-1 ternyata menyatakan part tersebut berefek aerodinamik.

Namun seharusnya pihak FIM langsung mengetes part yang disinyalir membantu aerodinamis… Satu per satu di wind tunnel untuk memutuskan legal atau tidak, dan kemudian menulis ulang aturan yang dibuat.

“The FIM will have to rewrite the technical regulations, because what’s obvious is that it won’t be able to take the bikes, one by one, and put them in a wind tunnel to quantify the amount of downforce that each part generates.

Sepertinya memang FIM harus menulis ulang aturan mereka, sehingga celah kekosongan ini segera teratasi. Karena sampai sekarang pihak ducati masih kukuh bahwa mereka telah mengikuti aturan yang berlaku.

Ducati memang pinter memanfaatkan celah…. Kita tunggu akhir dari saga ini akan seperti apa….

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

Be the first to comment

Leave a Reply