Dilema Knalpot Racing, Antara Problem Dan Solusinya

suzuki

Yola dulur yang budiman….bicara tentang knalpot racing buat ngadimin adalah sebuah pilihan nyang dilematis. Di satu sisi ingin sensasi motor sport seperti di tivi-tivi dan video, di sisi lain ngadimin enggan berurusan dengan aparat tilang alias polisi. Dan ini jamak terjadi, karena kebanyakan teman yang pinjam si gipsy danger, GSX-R150 pada ngomong, suara knalpotnya kalem banget, nggak ada kerennya. Problem selain itu juga soal tingkatan polusi suara yang bisa mengganggu orang lain. namun sebenarnya ada solusi pemecahannya, tinggal produsen knalpot free market mau atau tidak melakukannya.

Jujur, soal sensasi motor sport buat ngadimin bukan sekedar “biar lebih keren”, tapi bener lho… mengendarai motor sport dengan suara knalpot lepas itu sebuah kenikmatan telinga tersendiri bagi penggemar motor… eargasm….Mungkin karena sudah terpatri di kepala, motor sport itu ya suaranya keluar seperti di tivi itu, kek orang luar riding motor sport.

Selain itu, dengan knalpot racing yang memang sudah didesain untuk motor tertentu, secara performa juga akan lebih nampol. Karena tidak ada tendangan balik ke combustion chamber, atau minimal terminimalisir, sehingga pembuangan gas buang lebih plong, mesin lebih mudah teriak. Nggak heran jika knalpot aftermarket bisa menaikkan power lebih dari 1 dk di kelas 150 cc. Itu sebuah bonus tambahan buat ngadimin, karena pencarian utamanya adalah kemerduan suara.

Bagaimana dengan soal polusi suara? knalpot racing kebanyakan suara lebih keras, bising daripada knalpot default yang mana sudah diikat oleh ambang batas legalitas sebuah produk motor yang diproduksi umum. Kalok tidak salah, untuk kelas 150 cc maksimal 90 db polusi suaranya. Diatas itu, tidak akan layak untuk diproduksi, itulah aturan di negeri ini. Makanya suara knalpot motor-motor sekarang lebih senyap.

Masalah utamanya adalah soal hubungannya dengan penegak hukum yang akan menilang motor yang melanggar aturan, salah satunya ya aturan ambang batas suara itu. Tapi produsen knalpot aftermarket sekarang juga nggak kalah canggih, banyak knalpot racing yang diproduksi diklaim masih ramah soal polusi suaranya. Masih diambang batas desibel yang diperbolehkan. Ini adalah langkah yang cukup bagus untuk penggemar knalpot racing.

Bagimana solusinya? apalagi dengan kelakuan aparat yang tidak tahu menahu soal knalpot racing… Pokoknya, selama knalpot tidak original…. tilang…. gergaji langsung……. Menurut opini ngadimin, kita berpatokan saja dengan aturan ambang batas desibel yang diperbolehkan. Bagimana kita meyakinkan aparat kalok knalpot kita tidak melanggar aturan? Ya kita juga memakai alasan legal hukum, bukan cumak debat kusir atau adu argumen dengan polisi. Legal hukum berarti kita membawa data, bukti sahih…. sebuah kertas yang berkekuatan hukum yang menyatakan knalpot kita tidak melanggar aturan soal polusi suara.

Ya…. sebuah surat atau sertifikasi dari produsen knalpot yang menyatakan produknya tidak melanggar hukum dan aturan. Misalkan saja, kita beli knalpot racing, tidak hanya memperoleh barangnya saja, tapi juga sertifikat yang menyatakan produknya sah secara aturan, diketahui oleh pihak instansi negara yang terkait dengan aturan tersebut. Tinggal kita berikan saja ke polisi saat terindikasi kita memakai knalpot non ori. Itu membuktikan kita tidak melanggar hukum. Dan itu adalah kewajiban produsen, sehingga konsumennya tenang saat memakai produknya, tidak khawatir melanggar hukum.

Semua tergantung Will, niatan dari produsen knalpot tadi yang mengklaim suara knalpotnya masih aman secara aturan hukum. Dan itulah yang ngadimin harapkan, sehingga tenang saat memakai knalpot aftermarket. Apalagi kini marak tersedia part asesoris resmi dari pabrikan motor. Seharusnya memproses sertifikat buat produknya bukanlah impian kosong…. sangat bisa.

Bagaimana dulur sekalian? monggo silahkan curahkan opini anda di kolom komentar tentang knalpot aftermarket.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

gulf oil

5 Komentar

  1. Sebenarnya ada gak sih alat pengukur kebisingan suara? Jawabnya pasti ada. Pertanyaan berikutnya kenapa yang berwajib tidak melengkapi razia dengan alat tersebut?

  2. Itu bukan cuman tergantung produsen, tergantung petugas dilapangan juga. Kalo bodoh ya bodoh, kita ditilang. Padahal knalpot yang suaranya kedengeran bisa meningkatkan safety juga. Kalo ngomongin polusi suara, mungkin semua pabrikan perlu membuat sistem knalpot yang bisa ganti2 suara sampai ke performa seperti tridente. Jadi kalo dijalan bisa pake mode sport, kalo lagi di komplek bisa pake mode standard. Tapi ya balik lagi ke polisi, kalo bodoh, tampilan knalpot gak standar walaupun sunyi, tetep aja ditilang.

    cek channelku yo.
    https://www.youtube.com/watch?v=nKt1AM-YFes

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*