Dibalik Pembantaian Ducati, Suzuki Memberikan Warning

NEW WINGLET 2019
suzuki

Yola dulur yang budiman… Setelah tes pramusim motogp 2019 di sirkuit sepang berakhir, motor ducati menuai banyak pujian setelah menjadi 4 motornya tercepat. Namun dibalik pembantaian ducati tersebut, terselip motor suzuki yang memberikan warning.

Ya… Uji hari terakhir di sepang nampak sebagai ajang pembantaian dari motor ducati. 4 motor ducati menduduki 4 terdepan. Bahkan Petrucci mampu memecahkan rekor waktu di sirkuit sepang dengan 1:58.239. Bahkan peco bagnaia yang berstatus rookie juga mampu 1: 58.xx, posisi 4 besar. Baru dibawahnya ada motor yamaha, honda dan KTM.

Lha… Katanya suzuki memberikan warning… Lha kok urutan 12 ? Bahkan sama marquez saja kalah, dia urutan 11, Rins 12? Ya…. Wajar pertanyaan itu muncul. Belum lagi statment Alex Rins yang bilang motor suzuki gsxrr hanya lebih cepat sedikit, kurang dari 1 detik dibandingkan musim lalu. Kalau parameternya seperti itu, wajar jika melihat team suzuki mengkhawatirkan.

Namun ternyata team suzuki bermain dengan 2 wajah di hari terakhir. Alex Rins banyak melakukan simulasi balap dan uji komponen baru. Sedangkan Joan Mir melakukan flying lap atau time attack untuk mencari waktu tercepat sebagai pembalap rookie. Cukup bagus karena mampu menembus 1: 59.xx. Khusus persiapan musim 2019 ini, team suzuki lebih bekerja keras menyiapkan motor yang kehilangan hak konsesinya. Sehingga benar-benar menyiapkan motor yang punya durability lebih baik dari musim 2018, plus lebih cepat. Dan hasilnya suzuki memiliki motor yang lebih baik di segala lini daripada motor gsxrr2018. Meskipun kecepatannya hanya lebih cepat kurang dari 1 detik.

Tapi kondisi ini sudah cukup membuat alex Rins puas dan cukup pede menyongsong musim 2019. Rins sudah percaya diri, motor suzuki sekarang bisa menjadi kandidat pemenang di beberapa sirkuit.

gulf oil

“Winning a race is not easy. But I think we have the pieces for winning some races. We improved a bit more the bike than the race. For sure our package now is better than the race,” said Rins, speaking at Sepang.

Kembali kasus di sirkuit sepang kemarin. Di hari terakhir alex rins banyak melakukan simulasi balap. Capaian waktunya memang hanya urutan 12. Namun dia sangat konstan di capaian 1:59.xxx. banyak sekali lap dia raih dengan waktu seperti itu. Karena di balapan riil, waktu seperti itulah yang dibutuhkan. Bukan ” one hit wonder “. Suzuki seperti ingin menyembunyikan potensi motornya, jangan sampai terlihat 100%.

Dan ini diamati oleh pembalap utama ducati, Dovizioso. Doi mengatakan, bahwa Alex Rins di sepang kemarin termasuk pembalap yang cepat…. Sangat Cepat….. Itu sebuah warning dari team suzuki.

And Rins I think is fast, really fast, but it is too early.

Ya… Memang bukan kandidat juara dunia… Terlalu naif mengharapkan team dengan anggaran terbatas dan baru masuk kembali di musim 2015 langsung juara dunia. Tapi untuk sekedar juara seri, musim 2019 sepertinya menjadi target riil. Dan biasanya target suzuki adalah hal yang dianggap masuk akal. Meskipun perlu kerja keras serta keberuntungan untuk meraihnya.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

Be the first to comment

Leave a Reply