Crutchlow : Marquez Akan Lebih Susah Menang Jika Pakai Motor Saya

suzuki

Yola dulur yang Budiman…Carl Crutchlow sebagai pemegang pole position dan pemecah rekor tercepat di sirkuit Jerez mengalami kekecewaan. Sebagai pembalap kandidat pemenang, dia malah crash karena kehilangan grip ban. Meskipun sekarang disupport penuh oleh HRC, ternyata motornya berbeda. Dia mengatakan bahwa Marquez akan lebih susah menang jika memakai motornya.

Statement Carl bukan asal nyablak saja. Dia menggenggam data-data investigasi teamnya sendiri selama free practice pertama sampai perlombaan selesai. Dia dan team menganalisa data-data dari telemetri, video rekaman motor mereka sendiri dan dibandingkan dengan data-data motor Pedrosa, dan khususnya Marquez.

Salah satu perbedaan yang paling jelas adalah sektor swingarm. Motor LCR masih menggunakan swing arm konvensional dari alumunium. Sedangkan Marquez dan Pedrosa selalu memakai swingarm carbon fiber. Pertanyaannya, apakah sebegitu besar pengaruh?

Crutchlow menerangkan hasil pengamatannya.

“Dani and Marc are not leaving any black lines on the circuit anywhere. It’s as simple as that. They had better grip. And I had to force the issue to make up time in braking and overheated the front tyre, same as last year.

“This wasn’t a circuit that with the [more powerful 2018] engine you particularly gain a lot, where we can maybe save the front tyre a little bit more, because there’s not any real straights.”

Jejak di aspal hasil investigasi video rekaman menunjukkan bahwa motor Marquez dan Pedrosa sedikit meninggalkan jejak ban. Ini menandakan grip mereka bagus, traksi tersalurkan ke aspal, sedangkan yang meninggalkan bekas hitam tanda ban spin. Dengan grip yang bagus, motor bisa keluar tikungan lebih cepat. Sedangkan tipe sirkuit jerez, para pembalap mempertahankan kondisi ban dengan meminimalisir spin saat keluar tikungan, bukan tipe sirkuit full speed dan hardbraking.

“I’m not allowed to say directly a part, but my bike is very good. I don’t think Marc would have won so easy if he had my bike today – that’s my opinion – but he would still have had a great shot at winning the race. Maybe they’ll say it’s not better, but why is it on the bike?

“We don’t know exactly. Still we cannot say, ‘one tenth or two tenths’. I think it’s more about feeling on the bike. It’s a little bit more sensitive. You change a little bit your riding style and the bike feels immediately. This is something that if you are smart to understand how to ride, then you are faster. But if you are riding in the same way, then you are the same. Looks like [the carbon fibre is] the way.  Tomorrow [at the test] I will try again the aluminium again because it’s important for us to get back-to-back comparisons. This is just the first prototype, the first time that Honda is working with carbon fibre. It looks like it’s a good way.”

Kenapa swing arm carbon menjadi pembeda? Padahal Carl jatuh karena kehilangan traksi ban depan? Mari kita bahas agar tidak menuduh Carl mengada-ada.

” Untuk mengkompensasi keluar tikungan lebih lambat, maka Carl melakukan hal yang sama dengan team Suzuki, yaitu masuk tikungan lebih cepat dengan melakukan latebraking, dan itu beresiko membuat ban depan overheat, ban depan lebih aus dan kehilangan grip”.

Di dunia balap yang 0,1 atau 0,2 detik sangat berpengaruh, maka sekecil apapun keuntungan akan menjadi pembeda.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

 

 

gulf oil