Catatan Bersama Gipsy Danger : Tersesat Antara Cigombong-Cijeruk

suzuki

Yola dulur yang budiman…. catatan bersama tunggangan, si gipsy danger GSXR150 milik ngadimin disela-sela ramainya rumor motor baru. Kali ini akan bercerita tentang tersesatnya ngadimin di daerah antara Cigombong dan Cijeruk, kabupaten bogor. Peristiwa yang bikin dongkol, karena kebodohan sendiri…. tidak melihat peta GPS/ Google map.

Di hari -1 ramadhan, memang sudah ngadimin niatkan motoran sampai sukabumi, dan sore hari balik ke Bogor. Start dari kota sukabumi jam 14.30 wib. Dan entah kenapa kok ya bertubi-tubi terkena neraka kemacetan jalur ” setan ” sukabumi bogor. Awal melihat google map, rute yang ditempuh masih hijau lancar antara sukabumi-cibadak. Lha kok sampai samsar cibadak macet parah… bubaran pabrik, sehingga stagnasi sekitar 20 menit… motor pun tidak bisa jalan. Saya pikir setelah lewat pabrik jadi lancar, ternyata stagnasi lagi di pertigaan jalan alternatif cibdak-nagrak, bermacet dan berpanas ria sekitar 15 menit.

Setelah lolos kota cibadak, ternyata disambut hujan deras, walaupun pakai jas hujan, namun lebih baik menepi nunggu hujan reda. Setelah hujan reda menjadi rintik-rintik, baru deh memakai jas hujan dan melanjutkan perjalanan. Eh tak dinyana, menjelang jalan alternatif cicurug ada bubaran pabrik lagi, stag sekitar 15 menit, sambil menerabas kemacetan lewat jalan tanah pinggir jalan, di sela-sela kemacetan mobil. Ada momen harus turun dari motor karena ada pengendara honda blade yang terpeleset dan jatuh, sedangkan dibelakangnya ada truk tronton tangki yang merangkat pelan arah sukabumi, untung saja truk sempat mengerem, sehingga motor tidak terlindas.

Sampai di jalan alternatif cicurug, ngecek Google map, terjadi kemacetan panjang dari cicurug- pasar cigombong. Saya putuskan lewat jalan alternatif yang tembus sampai daerah Lido. Lha kok di tengah jalan ada drum dengan petunjuk BOGOR, padahal seharusnya masih naik lagi? ya sudah ikuti petunjuk belok kiri. Lha kok tembusnya di depan stasiun pengisian BBG cigombong? padahal disitulah episentrum kemacetan. Melihat jalan raya yang penuh dengan kendaraan dan stag 2 arah, saya putuskan balik lagi lewat jalan alternatif tadi dan naik lagi ke arah lido. PP jalan alternatif tadi saja sudah memakaan waktu 1/2 jam. Benar saja, sampai daerah Lido jam 17.30, dan apesnya kondisi cuaca masih gerimis dan di situlah proyek jalan baru sedang dibuat. Otomatis lewat jalan tanah licin menyusuri jalanan dengan goyangan ban kanan-kiri karena tanah lumpur.

Sampai jalan raya sukabumi-bogor lagi, arah bogor lancar, karena kemacetan ke arah sukabumi, dan kendaraan dari sukabumi ke bogor masih stag di cigombong/ Benda. Disinilah kebodohan ngadimin dimulai dan berakibat fatal. Iseng mencari jalan alternatif setelah Lido ke arah kiri arah ciburuy dan cijeruk dalam ( lewat pusdiklat Satpam ). Karena mulai gelap dan hujan, maka hanya iseng mengikuti jalan besar, dan mencari tembusan jalan raya cijeruk-cibereum yang nantinya arah ke batutulis bogor. Sebenarnya sudah ketemu tuh jalan raya, namun karena gelap dan hujan, ngadimin nggak ngeh, seharusnya belok ke kanan, malah ke kiri, balik lagi ke cigombong. Karena merasa salah arah, bukannya putar balik malah belok ke kanan…. makin tersesatlah melewat hutan, jalan kampung, pinggir sawah, sampai jalan yang berisi villa-villa pribadi.

kebodohan tambah jadi karena gps tidak bisa dibuka karena hujan, akhirnya mengikuti jalan kecil pas emobil dan melewati jalan-jalan gang kampung, muncul lagi jalan raya sukabumi-bogor. dari perkiraan sih seharusnya sudah lewat daerah caringin atau cijeruk…. Lha kok malah balik lagi di daerah cigombong, sebelum ngadimin belok pertama mencari jalan alternatif tadi…. Nggak sadar memaki-maki sendiri karena sudah melakukan kebodohan. membuang waktu dan tenaga selama 2 jam tersesat di antah berantah daerah cigombong- cijeruk.

Melihat stagnasi arah sukabumi masih terjadi dan kendaraan arah bogor masih stag, maka ngadimin putuskan lewat jalan raya saja. Dan benar, jalan kosong melompong karena kendaraan besar terjebak stag di cigombong tadi. Jadilah perjalanan sukabumi-bogor mencapai lama perjalanan hampir 6 jam, padahal jaraknya hanya 70 km. Ngadimin sampai daerah taman yasmin jam 20.15 wib.

Itulah perjalanan, yang ngadimin anggap petualangan menjelang puasa besok pagi. Kini saatnya ngadem dan nanti salat taraweh sendiri kalau capeknya sudah hilang. Punya cerita sendiri dulur sekalian?

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum