Brivio : Suzuki Musim Depan Akan Sedikit Lebih Buruk

davide brivio
suzuki

Yola dulur yang budiman… info dunia motogp lagi. Khususnya team suzuki ecstar, karena kok jarang yang mengangkatnya. bagi fans suzuki, semoga menjadi tambahan info. Tentang prediksi musim depan, kata boss brivio, team suzuki akan sedikit lebih buruk…. weitttsss…. sebentar, yuk kita bahas.

Pernyataan boss davide brivio ini merupakan cerminan bahwa team suzuki ecstar itu berjalan dengan menggabungkan realitas, dan usaha, harapan untuk mengatasinya. Tidak ada hal yang ditutup-tutupi, atau jaga image semuanya Fine…. melihat kondisi kekinian, brivio berpikir realistis. bahwa musim depan, team suzuki mengalami banyak sekali perubahan.

Perubahan suasana paling nyata adalah kepergian Iannone. Bukannya diganti dengan pembalap senior, namun justru diganti oleh pembalap daun muda nan segar, Joan Mir. Disini komposisi team berubah secara radikal. Yang awalnya Ianonne menjadi pembalap ” ace ” dan pengembang karena senioritasnya, kini diemban oleh Alex Rins yang baru mengenal motogp 1,5 musim ( 2017 doi lebih dari setengah musim out karena cidera ). Pembalap yang baru berumur 22 tahun ini harus menanggung beban sebagai ” ace ” dan pengembang motor.

Dari masukan Rins lah, suzuki GSXRR akan dibawa kemana pengembangannya. Diluar tugas ini, Rins juga harus memimpin team dalam perolehan point dan menjadi pemandu Joan mir sebagai rookie. Meskipun soal skill dan talenta Rins diakui oleh brivio, namun ada hal yang masih dirasa kurang….. pengalaman. Dari sudut pandang inilah brivio mengatakan bahwa musim depan akan sedikit lebih buruk daripada musim 2018 kemarin.

Rins

Pressure atau tekanan mental Alex rins akan meningkat karena duo tugas utama team tersebut. ” Ace ” dan pengembang. Dari Rins lah pundi-pundi poin harus dikumpulkan. karena Mir sendiri posisinya sebagai pembalap rookie yang tugas utamanya belajar segalanya di kelas para raja…. bukan pengumpul poin. Alex Rins lah pemimpin team suzuki ecstar musim depan.


Davide Brivio:
I would say the talent. Sometimes he does great things and he makes it look as though it’s easy for him; not easy, but natural. Maybe he does a good lap time or a good position in a race, and it looks as though he hasn’t done a big effort.

gulf oil

Tapi itulah tahapan yang harus dilakukan oleh Rins…. Pembalap yang dianggap bertalenta ( di mata brivio, Rins bisa mudah bergabung dengan rombongan depan tanpa effort berlebih… talenta yang bicara ). Jika ingin naik level, maka dia akan melihat tahapan sekarang bukanlah tekanan, namun motivasi lebih. Brivio sangat percaya akan talenta para pembalapnya, baik Rins atau Mir. Disinilah ajang bagi pembalap, bahwa team suzuki ecstar adalah team penggodogan pembalap unggul…. sangat menghargai proses… bukan instan juara.


“As far as Alex is concerned, he’s going into his third season and of course he might get some pressure,” said Brivio when asked if Rins is ready to become Suzuki team leader.
“But that’s the sport, that’s the way it works and especially in the beginning of next year he will be the reference in the team. 
“He will be the expert rider, but in my opinion he’s showing he is ready for that, and this should be – not a pressure – but an extra motivation for him to perform and go for the next step, which is very difficult we know. 
“It’s very difficult to improve from this, maybe next season will be a little bit worse. But our target now is to do a little bit better.”

Mir

Kebijakan team suzuki sendiri sekarang cukup berbeda dengan masa lalu team. sekarang team memburu pembalap muda yang punya potensi untuk menjadi pembalap top. Team suzuki mencari pembalap yang ” Bertalenta “. Bukan sekedar punya skill tinggi. makanya berani melepas ianonne demi Joan mir… Meskipun beresiko musim depan akan lebih berat tantangannya.


“As far as Joan is concerned, I know it’s only his first year but we’ve seen a very talented rider, which we think he is, and you never know [what he will achieve],” he added.
“We will talk next year like that. But we’ve seen with Maverick, we’ve seen with Alex, when you have a rider with talent, then you need to work. 
“I think with Joan, I hope, it could be pretty much the same [as with Vinales and Rins]. 
“So if we work in the right direction with him to allow him to grow up and try to – I won’t say to teach him – but to help him to understand everything in MotoGP, he will use his talent, and I really believe he will be one of the top riders”

Dan falsafah team suzuki ecstar seperti inilah yang membuat ngademin tambah jatuh cinta dengan Motogp. Cukup mengikuti perkembangan team suzuki ecstar, sejauh mana capaiannya, bagaimana proses pematangan dua pembalapnya, itu sangat-sangat menarik daripada siapa juaranya…. yang penuh dengan ” DRAMA “.

Bukan soal siapa juaranya, tapi bagaimana proses untuk menjadi Juara….. the way to be a winner.

Dari berbagai sumber, crash, dan motorsport

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum