Bisakah Alex Rins Up From The Ashes?

suzuki

Yola dulur yang budiman… jika flashback sepak terjang pembalap ecstar suzuki, Alex Rins di musim perdananya di motogp musim 2017 kemarin, ibarat kata jadi abu. Tentu harapan awalnya tidak seperti itu, mari kita bahas refleksi Alex Rins dalam menyambut musim keduanya, 2018. Bisakah dia bangkit dari keterpurukan? Up from the ashes?

Dari pengungkapan Alex Rins di media suzuki Ecstar, doi mengakui bahwa musim pertamanya di kelas motogp di musim 2017 sangat diluar prediksi. Sebagai hot rookie dari kelas moto2, tentu alex rins dianggap punya prospek cerah. Gaya riding yang rapih dan halus miliknya dianggap modal bagus untuk segera menyesuaikan diri dengan suzuki GSXRR. Target awal yang mana finish mendekati podium, mencuri podium di beberapa seri tak tercapai.

Dari awal musim 2017 doi sudah dilanda banyak cidera parah, dari patah tulang belakang, sampai tulang talus. Sembuh dari cidera parah, beberapa seri jatuh dan patah tulang lagi. Jelas ini akan mempengaruhi mental balapnya. Bagaimanapun dia seorang rookie…pemula. Dengan kejadian tersebut tentu akan memberikan tekanan mental yang luar biasa.

Tugas seorang rookie di team baru tentu sesegera mungkin beradaptasi dengan motor barunya. Beradaptasi dengan performa motor yang jauh lebih tinggi daripada kelas moto2. Belum lagi beradaptasi dengan strategi pemilihan ban, startegi setting mesin, strategi di sirkuit. Level rookie dinilai dari seberapa cepat dia menyerap iti semua dan mengimplementasikan di atas sirkuit.

Belum lagi problem motor suzuki gsxrr sendiri dimana edisi 2017 banyak bug alias celah-celah yang hilang, susah untuk dicari sumber masalahnya. Peningkatan performa motor dari 2016 ke 2017 belum bisa menyamai performa motor lainnya, karena mereka juga mengalami peningkatan. Belum lagi penyesuaian mesin dimana di musim 2016 suzuki masih bisa dapat dispensasi aturan mesin, di 2017 sudah mengikuti aturan factory team.

Dengan tersunatnya capaian dan pembelajaran seorang rookie, bisakah di musim 2018 alex rins menjadi pembalap yang menonjol? Katakanlah kandidat perebut podium? Atau minimal pembalap ring 2 dimana habitatnya di urutan 6,5,4 ke atas? Cukup berat secara logika.

Ngadimin sendiri cukup optimis dengan alex rins….dia pembalap yang masih sangat-sangat muda. Saat jumpa langsung pun dia masih nampak bocah…polos….jika kekeluargaan, support team suzuko ecstar yang terkenal kompak dan bimbingan maestro davide brivio, seorang alex rins jadi pembalap unggulan tentu sangat bisa. Kuncinya tidak ada luka psikologis…boleh saja luka fisik, tapi jika psikologinya selalu sehat, maka peluang itu ada.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

gulf oil