Beda Kasus Marquez Dengan Zarco Di Seri Argentina 2018

suzuki

Yola dulur yang budiman…. jika membahas kasus marc marquez yang mentusbol beberapa pembalap, banyak yang mengatakan hal yang dilakukan marquez adalah wajar karena gaya balap yang agresif. Banyak juga yang mengambil kasus saltonya Dani pedrosa saat dipepet oleh Zarco, dan zarco bebas hukuman. Setelah ditelaah, antara kasus marquez dengan zarco di seri argentina 2018 kemarin memang beda.

Ngadimin sendiri bilang beda…. karena tidak ada kontak antara zarco dan dani pedrosa kala itu. Karakter zarco memang agresif, seperti Rossi muda dulu. Tapi seagresifnya zarco di kejadian kemarin, doi tidak memotong racing line pedrosa. Sangat berbeda dengan Marquez yang memotong racing line, bahkan tidak ada ruang sedikitpun untuk masuk. Beberapa kali komentator motoGP bilang, ” absolutely no room”. Bukan soal pembalap lain lebih lambat…. tapi “attitude”, aturan kalau menyalip, tidak boleh memotong jalur balap rider di depannya. Itulah beda agresif dan irresponsible riding… memtong atau bahkan sampai kontak langsung dengan rider di depannya.

Its oke jika anda tidak percaya dengan pemantau motogp kampungan seperti deka. Kali ini akan ngadimin tampilkan pengamatan langsung, serta pendapat pengamat senior motoGP, david emmett tentang kasus zarco vs pedrosa. Doi mengatakan :

Zarco’s race had gotten off to a controversial start. At the end of the first lap, as the riders rounded Turn 12 and approached Turn 13, the Frenchman was following Dani Pedrosa. Pedrosa ran his Honda wide, to get a better approach through Turn 13 and drive on to the final corner. That left the door open for Zarco to sneak underneath and grab the apex, a common maneuver at the penultimate corner at Termas De Rio Hondo, and one of the reasons the circuit produces such great racing. As Pedrosa went to cut back for the apex, he found Zarco’s black Yamaha M1 just inside, and was forced to pick the bike up and head to the middle of the track. Normally, this would not be a problem, but on a track which was still patchy with water and on the dirty part of the surface, and forced to make a hard turn to try to make the corner, it was asking too much of Pedrosa’s rear tire. The rear of the Honda RC213V slid away from him, before gripping and tossing him into the air.

Kalau diambil intisarinya, di tikungan 13, pedrosa sedikit melebar, sehingga dimanfaatkan zarco untuk masuk kedalam merebut apex. Ketika pedrosa ingin kembali ke apex, ternyata sudah ada zarco, sehingga pedrosa menahan motornya agar tetap di tengah tikungan. seharusnya, dalam kondisi normal, hal tersebut tidak akan terjadi apa-apa. Namun kondisi sirkuit kala itu masih ada genangan air serta kotoran sehingga menyebabkan aspal lebih licin. Ban belakang RCV kehilangan traksi dan terjadilah Highside…….. Jadi kasus zarco vs pedrosa adalah murni insiden balap, bukan memotong jalur…..Berbeda dengan kasus marquez dengan beberapa pembalap itu.

Sekali lagi, opini ngadimin kemarin sama dengan pakdhe david emmett, tidak ada kontak antara zarco dan pedrosa.

 There is no obvious contact, though Zarco did not leave Pedrosa too many options. It was a hard move by Zarco, but one that falls within the frame of a racing pass. If track conditions had been a little better, or if Pedrosa had slowed up and turned the bike a little slower, then he probably would not have fallen.

Pedrosa murni korban track yang licin, bukan karena aksi zarco. Tidak ada kontak yang nyata, jika saja kondisi track lebih bagus sedikit atau pedrosa mengurangi kecepatan, kemungkinan motor tidak akan crash.

Jadi opini ngadimin bukan karena ngadimin fans mbah rossi. Tapi murni dari memantau jalannya balapan. Untung saja Teve kemarin bisa pause, replay berulang-ulang sehingga bisa melihat berkali-kali. Apalagi ngadimin sekarang lebih fokus mengikuti perkembangan adinda tersayang Alex Rins, jadi bukan opini seorang rossifumi.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

Be the first to comment

Leave a Reply