Beda Karakter Oli Fully Synthetic Dan Mineral

suzuki

Yola dulur yang budiman… Jika anda sudah mengikuti artikel tentang jenis-jenis pelumas, karakter pelumas, mengenal jenis-jenis SAE, serta viscosity khususnya kinematic viscosity, maka sekarang kita akan ngobrol tentang karakter Oli dengan oil base fully synthetic ( termasuk synthetic ) dan oli dengan bahan dasar murni mineral atau golongan I dan II. Apa perbedaan karakter kedua oli tersebut ketika mempunyai SAE dan sertifikasi ( API, JASO misalnya) yang sama.

Sekedar mengingatkan saja, jika ingin merefresh macam-macam oli, silahkan klik beberapa artikel di bawah ini ya Lur.

https://78deka.com/2016/10/26/inilah-alasan-ilmiah-oli-diesel-dan-mobil-aman-untuk-motor-kopling-basah/

https://78deka.com/2017/10/23/belajar-mengenal-sae-oli/

https://78deka.com/2017/10/24/hubungan-kinematic-viscosity-oli-dengan-suhu-lingkungan/

https://78deka.com/2017/10/25/sae-oli-mana-yang-paling-pas-untuk-motor-tropis/

Dari sekian banyak merk oli yang tersedia di pasaran, mungkin anda bisa memilih salah satu dengan mempertimbangkan kualitas, ketersediaan, serta budget yang sesuai. Nah.. tinggal kita memilih jenis oli apa yang akan kita pakai, mana yang terbaik dan paling melindungi mesin kendaraan kita.

Kenapa kok dibedakan antara oli sintetik dengan mineral? Bagaimana posisi oli semi sintetic, sintetic blend? dari istilahnya saja jelas, posisinya diantara oli mineral dan sinthetic ( sintesa ). Jadi kita bedakan saja yang jelas beda, mineral dan sintesa.

Dari berbagai macam forum atau sumber berita per-olian, kita diberikan informasi bahwa oli sintesa ( golongan III keatas) , fully synthetic jauh lebih bagus daripada oli jenis mineral ( golongan I, II ), Padahal banyak juga oli jenis mineral namun mempunyai kekentalan atau SAE multi grade, 10-40, 10-30, etc. Bahkan punya sertifikasi yang sama, misalnya JASO MA2, API SL, SM, SN. Apa bedanya dengan oli sintetik? toh sae dan sertifikasi sama….

Soal proteksi dan masa pakai oli fully sinthetic yang lebih bagus dan lebih lama mungkin akan kita kesampingkan dulu, meskipun memang benar adanya. Kita akan bicarakan soal kekentalan oli mineral dan sintesa, bedanya dimana. Lho, bukannya oli dengan sae multigrade itu punya kekentalan yang sama tanpa memandang bahan dasar olinya tersebut. Jika paramaternya diukur saat suhu mesin optimum, memang benar adanya.

Tentu anda masih ingat dengan istilah viscosity kinematic kan? Kemudian kita ketahui bahwa oli punya kekentalan yang berbeda, tergantung suhu lingkungan. Ternyata oli jenis mineral dengan sitesa itu punya karakter kekentalan yang beda, walaupun mempunyai angka SAE yang sama. Dalam contoh kali ini kita menggunakan kekentalan 10W-30. Kita lihat tabel kinematic viscosity oli mineral dan oli sintesa dengan sae yang sama di rentang suhu yang sama pula dibawah ini

gulf oil

Mineral oil:

Oil type…Thickness at 75 F (45C)… at 212 F(100C)…at 302 F(150C)

Straight 30…………………….250………………….10………………………..3
10W-30………………………….100………………….10…….. ……………….3
0W-30……….There are none in this range……

Synthetic oil:

Oil type…Thickness at 75 F (45C)… at 212 F(100C)…at 302 F(150C)

Straight 30…………………..100……………….    10………………………3
10W-30………………………..75……………………..10…….. ……………….3
0W-30………………………….40……………………..10…… ………………..3

 

Kita lihat bersama, bahwa viscosity atau kekentalan oli jenis mineral dengan sintesa walaupun punya angka sae yang sama, yaitu 10W-30, namun karakter kekentalannya berbeda. Ketika suhu 100 C sampai 150 C memang mempunyai angka viskositas yang ama, yaitu 10 dan 3. Tapi saat suhu 45 C oli sintesa mempunyai viskositas yang lebih encer ( 75 ) dibandingkan mineral (100). Bahkan di oli single grade, yaitu sae 30, selisihnya begitu jauh….. 100 dibandingkan 250.

Lho? emang masalah? toh kita mengendarai kendaraan kita juga saat kondisi mesin optimal kan? Lagian kita hidup di alam tropis, mesin akan lebih gampang ke suhu optimum…. Benar… benar sekali… tapi I ask you, a simple question….. Di lingkungan tropis, berapa suhu ketika pagi hari? Secara umum di suhu 25-30 derajat C. Ini menunjukkan bahwa saat akan start up di pagi hari, oli dalam mesin dalam keadaaan tidak ideal untuk proteksi mesin. Kenapa? karena KV atau keenceran kinematisnya belum mencapai angka 10. SAE 10-30 sintesa saja di angka 75, sae 5-40 di angka sekitar 87an… Itu di suhu 45 derajat, bagaimana jika di suhu 25 derajat? makin besar angkanya.

Dengan angka KV di 45 C lebih kecil, menunjukkan bahwa oli lebih mudah menuju ke keenceran ideal, yaitu KV 10 plus minus 5. Dengan mempunyai angka KV yang lebih kecil di suhu dibawah 100 C, ini menunjukkan bahwa oli sintesa ( sintetik, fully sinthetic) mempunyai karakter lebih mudah encer, kerja mesin lebih ringan saat dingin daripada oli jenis mineral walaupun mempunya SAE multigrade yang sama.

Bukankah sebuah iklan oli bilang : 90% keausan mesin terjadi saat kondisi mesin dingin…. saat start up di pagi hari? Itu benar adanya kisanak……..

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum