Beberapa Alasan Kenapa Pembeli R15 Menempuh Jalur Kredit ( Trilogy Harga R15 Part 2)

suzuki

Yola dulur… menyambung artikel terdahulu Trilogy Harga R15 Part I, kali ini deka mengajak diskusi tentang penyebab kenapa pembeli R15 baik terpaksa atau suka rela membeli R15 melalui jalur kredit atau leasing.

r15 whitw blue

Dari artikel terdahulu sudah dijelakan secara singkat penyebabnya, kali ini membahas tendensi-tendensi kenapa oknum sales atau diler melakukan penggiringan ke arah kredit daripada pembelian cash. Padahal di pihak diler maupu pabrik yaitu YIMM sendiri ,  mau cash maupun kredit pengaruhnya sama saja yaitu barang dagangannya laku terjual.

wpid-kredityamahar15
wpid-kredityamahar15

Di sini ada posisi yang dikuasai oleh satu pihak, bernama Leasing atau penyandang, penyedia jasa keuangan. Dari artikel terdahulu diketahui pergeseran atau perubahan harga R15 yang awalnya dipatok oleh pabrikan sebesar Rp 28.000.000 menjadi bervariasi antara Rp 32 jutaan sampai 42 jutaan. Berarti ada selisih dari harga resmi pabrik dengan harga akhir setelah cicilan kredit dari leasing selesai sebasar 17% an sampai 50 %. Dengan untung sebesar itu, enteng sekali perusahaan leasing memberikan bonus kepada sales dari diler, dan sebagai manusia normal siapa sih yang nggak pengin bonus besar? Wajar kalau sales dari diler menggiring pembelian secara kredit via leasing.

bunga duit

Sampai titik ini masih wajar seorang sales menawarkan pembelian secara kredit. Yang jadi masalah itu jika adanya bau-bau pemaksaan seperti yang pernah deka alami saat beli mio dulu, begitu ditemui oleh sales langsung distop dengan kalimat : “Di sini tidak melayani pembelian secara cash”…horotoyoh…..Kalaupun bisa cash, kudu inden beberapa waktu lamanya apalagi hot item sperti R15 ini, itupun sambil pasang manyun……Seperti nggak rela gitu kehilangan bonus dari leasing. Padahal ada kepentingan jauh lebih besar dibanding bonus…brand image dan kepuasan, kenyamanan konsumen yang terciderai.

Ada kasus yang lebih berat lagi, namun kadar kebenarannya bisa diperdebatkan, ini ane peroleh dari temen yang bekerja di sebuah diler. Kalau ada hot item di sebuah diler, meskipun nampaknya banyak stok, namun sebagian besar sudah dibeli oleh perusahaan leasing. Dari pemilik diler sih nggak mempermasalahkan siapa yang beli, perusahaan leasing juga konsumen, beli cash,uang jelas diterima, kuantitas besar…opo ora seger…..Jadi saat kita datang ke diler, ternyata motor sudah milik leasing semua….

ilustrasi diler
ilustrasi diler

Sebenarnya Leasing sendiri nggak salah juga secara bisnis, namun mempersulit atau menutup kesempatan  pembeli cash ini yang nggak bener, oleh siapa? ya oknum sales tersebut. Padahal tanpa jalan tersebut, pembeli melalui jalur kredit masih banyak kok, nggak perlu khawatir kehilangan konsumen. Masihlah banyak yang membutuhkan jasa leasing.

Demikian faktor-faktor pembeli motor, khususnya R15  yang mau nggak mau  menempuh jalur kredit. Ah…katanya konsumen adalah raja… mau jadi raja saja kok ya susah.

Artikel berikutnya akan membahas Posisi Pabrikan, di sini Yamaha untuk menyelesaikan masalah yang sudah menjadi rahasia umum ini. ( masih bersambung disini )

Bonus ….Megadeth…Kill The King

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

 

gulf oil