BBM Bersubsidi… Untuk Siapa??

isi bensin
suzuki

Yola dulur… awalnya ide ini muncul saat membahas soal statemen petinggi kawasaki yang menyatakan garansi untuk motor Z250 SL akan hangus jika pengguna nekat mengisi dengan bbm jenis premium.

isi bensin
isi bensin

 

Sebenarnya yang menjadi bahasan kali ini bukan soal statemen tersebut, tapi memang nanti ada hubungannya. Opini ini sudah ada lama mengendap di kepala deka, namun adanya kejadian tersebut membuat jari tergelitik untuk menulis di blog ane ini. Bicara soal premium atau bensin bersubsidi ini memang sengitip dan menarik, kenapa? karena berhubungan dengan kepentingan dan kebutuhan banyak orang, termasuk kita ini.

Sebenarnya bensin itu bersubsidi atau enggak juga masih debatable. Ada yang bilang disubsidi lha wong harga di pasaran dunia saja melebihi harga jual dimarih kok. Namun ada juga yang bilang bensin itu tidak disubsidi, hanya mengurangi keuntungan yang dinikmati oleh pemerintah, lha wong minyak mentah kita kok yang ngebor pihak luar dan kita beli dari pihak luar ya wajar harganya jadi mahal. Coba kalau semua yang mengolah kita, harga 6500 saja masih kemahalan, noh… liat… harga bensin di arab ngga lebih dari 3000 perak. Entahlah mana yang benar…. Ane ndak tahu wong bukan bidang ane soal perminyakan ini.

anjuran penggunaan bbm
anjuran penggunaan bbm

Anggap saja bbm-nya disubsidi pemerintah, tujuan bbm- bersubsidi ini untuk siapa? yang jelas untuk rakyat, tapi rakyat yang mana dulu? Kalau ditarik dari kata subsidi adalah kompensasi dari orang yang mampu untuk menolong orang yang tidak mampu, berarti orang yang naik mobil mewah, harga mahal jelas tidak masuk golongan ini. Kalau tujuannya orang yang tidak mampu atau orang miskin…. mana ada orang miskin mampu beli motor atau mobil????emang beli bbm mau diminum???

nossle kuning premium
nossle kuning premium

Dalam opini ane, ya hapus saja istilah subsidi tersebut. Pilihannya tinggal premium, pertamax, dan pertamax +.  Terus siapa yang berhak memakai premium, yang jelas kendaraan yang spek-nya membolehkan minum premium alias kompresi mesin dibawah 9 koma, baik motor maupun mobil. Lha kok??? lha iya, sekarang yang punya motor kompresi dibawah 9 koma siapa? orang awam yang mengandalkan motor untuk menunjang aktivitasnya. Motor sport canggih nan mahal kompresi diatas itu kok.. wajib minum oktan minimal 92 aka pertamax.

nossle biru pertamax
nossle biru pertamax

 

Lha terus mobil?? yo sama saja… mobil dengan kompresi dibawah 9 koma rata-rata mobil lama aka motuba, bahkan motuba sendiri ada yang termasuk kompresi tinggi… Tahu kan pemilik motuba itu golongan mana? kalau golongan tajir jelas beli mobil baru. Mobil baru yang canggih sekarang kompresinya berapa? diatas 10… udah wajib pertamax tuh. Harusnya tanpa disuruh ya ngisi bbm sesuai kebutuhan mobilnya to.

Lha nyatanya banyak pemilik kendaraan kompresi tinggi nduableg bin ngotot ngisi premium… gimana ini??? Itu mah karena karena kurang tegasan pemerintah dan dibekingi sama pabrikan saja. Karena menyangkut hal yang sengitip maka kumpeni seperti ambigu dalam menjalankan regulasi. Dilain sisi wajib pake pertamax, dilain sisi ingin laris dagangan sehingga dibelakang bilang bisa isi premium karena ada tehnologi anti ngelitiknya. Pemerintah sebagai pemilik regulasi juga sama ambigunya, dilain sisi menyuruh pakai pertamax, dilain sisi dipakai untuk dagangan politik.

ilustrasi
ilustrasi

Coba sama-sama konsekuen, setelah terbit undang-undang, gerakkan Pertamina untuk membedakan ukuran corong nossle, bekerjasama dengan produsen kendaraan untuk tiap-tiap jenis bbm yang dipakai. Cara yang paling murah daripada proyek RFID atau tetek bengek lainnya yang memakan anggaran besar. Produsen kendaraan juga memberlakukan ketegasan penggunaan bbm sesuai spek mesin, jika terbukti melanggar, hangus garansi…. selesai masalah. Emang ketahuan… jelas ketahuan lah.. bekas pembakaran di mesin ngga bisa boong… tehnisi tahu itu.

isi premium aja ...murah
isi premium aja …murah

Jadi ketika ada produsen yang sudah mengeluarkan statemen yang sudah benar soal penggunaan bbm pada kendaraan sesuai speknya terus direvisi karena alasan lain… itu hal yang sangat lucu… dan menguatkan teori ambiguitas produsen kendaraan. Kembali ke bbm nossle kuning itu untuk siapa??? jelas untuk orang yang memakai kendaraan spek bbm premium… percaya atau tidak, hampir kebanyakan yang memakai motor ini adalah yang masih menghitung pengeluaran untuk beli bensin…..Karena menyangkut penghasilan untuk hidupnya….Bukan memakai motor untuk senang-senang atau hobbi…tapi untuk aktivitas, kerja…. untuk keberlangsungan roda ekonomi negeri ini….. Halo pemerintah……..

Ini hanya opini pribadi, bukan hal pembenaran…. jika ada yang pinya opini lain silahkandi share…

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil