Bahaya Hoax : Mobil Rekan Deka Korban Pengrusakan

suzuki

 

Yola dulur yang budiman…berita soal perusakan mobil avanza di Bandung, yang dikira mobil angkutan online memang sudah beredar ramai. Tapi deka akan bahas dari sisi lain, karena korban adalah rekan kerja deka. Dan mobil itu asli mobil pribadi untuk menunjang kerja dia. Perusakan mobil itu disebabkan oleh kabar hoax belaka.

Pengemudi avanza tersebut adalah pegawai perusahaan yang sama dengan deka, hanya beda cabang. Dia cabang bandung, sedangkan deka sendiri di Bogor. Deka tahu betul karena perusahaan itu yang mengelola adalah kerabat ngadimin sendiri.

Pagi itu korban sebenarnya sedang akan mengantarkan keluarganya dulu sebelum berangkat kerja, ada anak kecil, bayi, istri, kakak, serta ibu korban. Saat ketemu para pendemo angkutan online, para sopir angkot mereka sebenarnya biasa-biasa saja. Tidak ada prasangka tertentu, karena mereka orang-orang awam.

gulf oil

Sampai tiba saatnya, ada orang dari rombongan pendemo itu nyebar hoax sambil nunjuk-nunjuk ke arah mobil mereka… Online…online… Teriaknya. Seperti bensin disambar api, sekitar 50an orang langsung mengerubungi dan menggoyang-goyang mobil. Sambil menggedor-gedor mobil mereka menyuruh sopir keluar.

Para pendemo teriak-teriak mengancam ke arah penumpang mobil. Bagaimana rasanya diteror di kerumunan orang seperti itu? Jelas menakutkan…apalagi ada perempuan, orang tua, dan balita. Bahkan permohonan dan penjelasan pengemudi mobil tidak digubris…

Kemudian brak.. Duaarrr.. ┬áKaca mobil dihancurkan menggunakan batu dan papan kayu…. Setelah reda mereka dengan tanpa dosa meninggalkan korban… Tidak ada rasa bersalah dan tanggung jawab sama sekali.

Itu semua berawa dari hoax 1 orang, kemudian menjangkiti orang awam yang bersumbu pendek karena emosi. Itulah bahayanya sebuah hoax yang dilemparkan ke massa. Apalagi disebar ke media sosial, media massa… Apakah penyebar hoax akan merasa bersalah hoax nya bikin susah orang? Hmmm…deka sangsi…pake banget…paling jawabnya kan guhe cumqk share doang, itu bukan tulisan saiah…

So…bijak-bijaklah menyebar berita yang berpotensi memprovokasi massa… Siapa tahu diujung sana ada korban sebaran hoax yang anda sebar, dan anda tidak tahu…pertanggung jawabannya nanti di akherat…kalok sekarang paling cumak nyengir doang hoaxnya membawa korban.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum