Bagus… Ada Kemajuan Di Bengkel Resmi Suzuki SMG Cirebon

suzuki

Duluuuuu banget, ngademin pernah melontarkan kritikan halus ke diler-diler suzuki. Bukan nyinyir, namun untuk perbaikan pelayanan dan menarik pengguna motor suzuki untuk datang ke bengkel resmi.

Tak dipungkiri, sebagian pengguna motor suzuki lebih suka ke bengkel umum daripada bengkel resmi. Alasannya klasik : bengkel resmi suzuki jarang dan jauh. Yah… Itu banyak benarnya.

Padahal, secara tehnisi motor, dari pengalaman ngademin, tehnisi suzuki secara umum sangat baik, tidak amatiran. Hasilnya, selama ini tidak ada komplainan. Biaya jasanya pun cukup terjangkau, atau hampir sama saja dengan bengkel resmi merk lain.

Kendala jarangnya bengkel resmi, tentu tidak mudah untuk memberikan solusi, misalnya nambah beres… No…. Itu hanya tergantung dari banyak tidaknya motor suzuki yang terjual di daerah tersebut. Jika dipaksakan diler tambahan…. Efek kanibal yang akan terjadi, saling bunuh sampai salah satunya tutup.

Dulu banget, ngademin pernah memberikan kritikan halus soal dealer suzuki. Bukan sekedar nyinyir, tapi memberikan kritik membangun.

Solusinya bukan kuantitas, tapi kualitas. Bagaimana menarik pengguna motor suzuki untuk datang ke bengkel resmi untuk servis. Bagaimana memberikan daya tarik sehingga mereka datang dan meninggalkan kesan khusus, sehingga balik lagi nantinya.

Beres harus bisa membuat pengguna suzuki ” nagih ” untuk kembali datang ketika saatnya servis. Jika hanya mengandalkan sisi tehnis, maka begitu jataj servis gratis habis, konsumen lari ke bengkel non resmi. Alasan lebih murah dan dekat.

Maka pendekatannya selain sisi tehnis juga sisi kualitas pelayanan. Ketika dan setelah servis. Kala itu ngademin mengusulkan ruang tunggu yang nyaman, dan sebisa mungkin memberikan gimmick yang sederhana namun berkesan. Misalnya minuman gratis dan snack ringan. Bahkan sekalian buka cafe kecil di bengkel resmi, itu juga nilai positif.

Setelah servispun harus dipantau, maksimal seminggu setelah servis. Jikalau melalui telfon butuh operator, bisa saja melalui aplikasi WA. Sekedar menanyakan hasil servis.

Cukup sederhana memang. Namun prakteknya perlu effort dan konsistensi. Seperti kata hukum Campbel : ide sederhana akan berimplikasi komplicated ketika dilaksanakan. Itu di semua bidang.

Salah satu cara memualainya, ngademin temukan di diler SMG cirebon ketika servis si gendux, suzuki NexII kemarin. Ada hal baru disitu. Ruang tunggu masih sama, karena kondisi cirebon yang panas. Ini perlu solusi. Namun kini ada kopi, teh, gula, dan dispenser. 

Self servis memang, namun ini hal yang sangat positif. Karena dulu blong kosong ngga ada nilai tambahan apapun. Nunggu motor servis ya ngaplo sambil kepanasan. Kini bisa sambil ngopi atau ngeteh, sambil baca majalah… Maknyuzz lagi, ada wifi gratis…. Nilai plus….

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

 

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*