Bagaimana Jika Knalpot Aftermarket Lolos Uji Emisi?

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Alhamdulillah bisa ngeblog lagi. Beberapa waktu yang lalu, ngademin dikirimi bahan artikel dari teman pengrajin knalpot racing ABENK knalpot. Diskusinya adalah bagaimana jika kita menggunakan knalpot aftermarket, tapi ternyata lolos uji emisi?

Pertanyaan ini muncul karena sebelumnya dari pihak kepolisian jawa tengah memberikan klarifikasi bahwa penggunaan knalpot racing yang dilarang adalah kanlpot yang tidak lolos uji emisi, gas buang maupun batas suara.

Dan kebetulan bro ABENK adalah salah satu pengurus baguyuban atau kelompok industri knalpot purbalingga APIK BANGGA beberapa waktu yang lalu menginfokan bahwa dinas industri dan perhubungan Purbalingga melakukan pengujian emisi terhadap knalpot-knalpot produl paguyuban.

Dan hasilnya sebagian besar hasil pengujian ternyata knalpot-knalpot aftermarket tersebut lolos uji batas emisi gas buang. Ngademin kurang paham dengan parameter pengujian, namun ada keterangan bahwa hasilnya dibawah ambang batas dan dianggap lolos uji.

Tidak semua lolos uji, kenyataannya ada knalpot untuk motor RX King ternyata tidak lolos uji emisi. ( Dilingkari )

gulf oil

Diskusinya, bagaimana jika kita menggunakan knalpot-knalpot tersebut untuk motor harian kita? Ya tinggal pihak aparat mengetes emisi suara saja dengan db meter…. Karena secara uji emisi sudah lolos.

Masalahnya, kadang pihak kepolisian di lapangan itu tertinggal info atau salah kaprah dengan knalpot “ tidak standar “. Dan melakukan penilangan secara membabi buta tanpa alat ukur apapun.

Ngademin sendiri dari dulu memberikan masukan ke pihak industri knalpot untuk selalu melengkapi produknya dengan ”¬†legalitas¬†” tertulis atau semacam surat keterangan bahwa produknya legal secara uji emisi suara dan gas buang.

Semua ketidakjelasan atau ambiguitas legalitas pemakaian knalpot aftermarket selesai dan jelas. Disatu sisi mendukung inovasi dan industri rakyat, dilain sisi melarang penggunaan knalpot non standar. Dan yang paling dirugikan adalah konsumen atau pengguna.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*