Aturan Baru Winglet MotoGP : Boleh, Tapi Hanya 1 Model

suzuki

Yola dulur yang Budiman… akhirnya pihak penyelenggaran MotoGP dengan MSMA ( asosiasi pabrikan ) menyatakan aturan baru tentang keberadaan winglet di motor MotoGP. Silang pendapat antara pro ( Ducati ) dan yang kontra ( Honda dan lainnya ) mendapatkan titik temu. MotoGP membolehkan motor memasang winglet, namun ada pembatasan dan aturan jelas. Hanya boleh 1 model winglet saja dalam semusim.

Aturan pelarangan winglet memang ditentang keras oleh pihak Ducati yang sudah jor-joran dana dalam pengembangan winglet. Bahkan berbagai macam model winglet mereka ciptakan, untuk masing-masing karakter tiap sirkuit. Di sisi lain, team Honda paling menentang keberadaan winglet, dan mendorong pihak penyelenggara melarangnya.

Untuk team Yamaha lebih banyak diam, tidak mengiyakan atau menolak keberadaan winglet. Sedangkan team Suzuki lebih melihat dari sudut pandang cost atau biaya riset winglet yang tidak terbatas. Dari ungkapan mantan periset aerodinamika redbull racing F-1, riset tentang aerodinamika atau winglet itu seperti menyusuri ruang tanpa batas. Banyak sekali explorasi dimana dana juga tak terbatas.

Sedangkan kebijakan MotoGP sekarang adalah bagaimana membuat balapan lebih bersahabat dari sudut pandang dana. Sehingga team akan bertambah dan mampu bertahan. Di lain sisi, balapan akan lebih seru karena gap antar team menjadi lebih sempit. Titik temunya adalah pembatasan dana riset winglet, seperti apa yang diopinikan oleh Davide Brivio dari team Suzuki Ecstar. Jika winglet tidak dibatasi, maka dana riset team akan membengkak dan memberatkan keuangan team.

Suzuki : Investasi Pengembangan Winglet Lebih Baik Untuk Tehnologi Yang Bisa Diterapkan Di Motor Produksi

Tarik Ulur Efek Winglet Di Motor Motogp

 

Jadilah aturan winglet musim depan diputuskan sebagai berikut :

‘Aero-body design guidelines have been released by the Technical Director and new aero-body dimension limits and limitations on the combination of different areo-body parts have been introduced.

‘As a result, the present designs will still be allowed, but it won’t be possible to remove/swap significant aerodynamic parts.

“Furthermore, the aero-bodies approval process will be based on previous seasons case-history and made more objective.’

Pada intinya, desain winglet diperbolehkan dengan syarat menjadi satu dengan fairing bodi, bukan tempelan dan bisa diganti dengan model lain. Desain winglet ini harus sama selama satu musim penuh. Dan opsi hanya dua, pakai winglet atau fairing non winglet untuk mengarungi satu musim balapan. Ini berarti team boleh memiliki 2 desain fairing, yaitu non dan pakai winglet yang sama selama satu musim penuh.

Keberadaan winglet memang berpengaruh terhadap performa motor, khususnya yang berhubungan dengan meminimalisir kejadian wheelie. Meskipun di sisi lain berefek minus, yaitu soal keausan ban depan yang lebih cepat karena ban depan lebih menggigit karena adanya downforce bagian depan.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum