Apakah Hanya Motor Selain Anu Yang Boleh Rusak ?

suzuki

Yola dulur yang budiman….. jika anda mengikuti dunia blog motor yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan, maka akan melihat fenomena motor rusak. Entah karena kecelakaan, tabrakan misalnya, nabrak sesuatu, atau bahkan defeck atau rusak bawaan. Namun kalau anda jeli, motor yang terlibat rata-rata bukan merk “Anu”. Timbul pertanyaan, apakah motor rusak itu harus selain motor anu?

kecelaaan-motor

Membahas kerusakan sebuah motor bisa mungkin sangat bermanfaat bagi pembaca. Misalkan kelemahan sebuah motor, jika tidak dicegah maka bisa berakibat fatal bagi ridernya. Sehingga muncul kewaspadaan awal dan mencegah jangan sampai rusak. Namun rata-rata yang muncul adalah hanya pemberitaan kalau motor X rusak, titik.

Bisa juga dimunculkan karena sebuah kecelakaan, sehingga mengakibatkan motor rusak. Namun jika yang dibahas adalah motor merk tertentu, atau selain merk anu, maka yang terekam dalam memori pembaca adalah motor x atau selain motor anu banyak yang rusak. Alasan karena kecelakaan dilupakan oleh pembaca. Ini adalah hukum psikologis behavior, kebetulan deka pernah membaca saat deka jadi tim marketing farmasi dulu. Dalam marketing, mempelajari ilmu psikologi behavior sangat penting.

Kembali ke bahasan motor rusak, coba saja dulur-dulur amati, info tentang motor rusak entah kecelakaan atau cacat bawaan rata-rata yang dibahas adalah motor selain merk “Anu”. Pertanyaannya, apakah motor ” Anu ” sebegitu hebatnya sampai nggak ada yang rusak, atau merk lain yang begitu rapuhnya sehingga gampang rusak? Ada juga yang bisik-bisik ke deka…. sebegitu pentingkah motor x sampai rusak karena kecelakaan saja diberitakan agar jutaan pembaca tahu?….. mbuh lah, deka ngga ikut-ikutan.

kecelakaanmotor

Padahal deka sendiri sering mengikuti banyak komunitas motor, banyak juga motor-motor “Anu” banyak masalah, rusak di satu tempat nggak sembuh-sembuh, atau bahkan kecelakaan. Namun pemberitaannya sangat minim,bahkan tidak ada. Ada sih…. tapi porsinya sak icrit. Kerusakan antar merk motor tersebut deka anggap jas buka iket blangkon…… sama saja, sami mawon….. hampir sama jumlahnya. Tapi motor anu kok jarang diberitakan…. jadi timbul pertanyaan di otak deka…. ada apa???

Mau bilang ada penggiringan opini yang terkoordinir kok ya deka kejem banget nuduhnya, nggak ada bukti lagi. Mau bilang sistem yang dibangun oleh sebuah perusahaan motor karena kompetisi jualan kok ya ini melanggar ranah hukum, fitnah, deka bisa dipenjara. Akhirnya hanya menjadi pertanyaan ngambang tak terjawab…. Apakah kualitas motor merk x begitu bosoknya, atau merk “Anu ” yang begitu hebatnya ? itu hanya jawaban sementara bagi deka pribadi.

Gimana menurut dulur sekalian???

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

gulf oil